RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemprov DIJ menuturkan sebanyak 3.059 rapid diagnose test (RDT) kit telah digunakan. Hasilnya dari total tersebut hanya puluhan yang dinyatakan reaktif positif. Sementara ribuan lainnya dipastikan negatif.

Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Biwara Yuswantana menjelaskan detil hasil RDT kit. Alat tes cepat ini awalnya diperuntukan bagi tenaga medis maupun kontak tracing Covid-19. Terbaru boleh untuk mengecek para pendatang dari daerah epicentrum Covid-19.

“Terdistribusi ada 13.200 RDT kit, terdapat 3.059 yang hasilnya sudah dapat diketahui. Ada 2.973 negatif, 47 positif, dan terjadi error pada 39 RDT kit,” jelasnya ditemui di Kantor BPBD DIJ, Senin malam (20/4).

Hasil RDT kit positif reaktif ditindaklanjuti dengan uji swab. Selanjutnya wajib menjalani isolasi mandiri di kediamannya masing-masing. Apabila dinyatakan positif Covid-19 maka wajib menjalani isolasi di rumah sakit rujukan.

Untuk pasien dengan hasil tes negatif tetap melakukan physical distancing berdiam diri di rumah. Selain itu juga menjalani tes RDT ulang. Rentang waktu dari tes pertama adalah tujuh hingga sepuluh hari kemudian.

“Bila hasil tes positif tapi tidak ada suara serak, demam, batuk, dan sesak, pasien bersangkutan harus tetap di rumah dan melakukan isolasi mandiri. Sebaliknya bila muncul gelaja demam, batuk, serak, dan sesak nafas, yang bersangkutan diarahkan untuk periksa kesehatan lebih lanjut dan uji swab,” katanya.

Saat melakukan isolasi mandiri, pasien diharapkan menjalankan protokol isolasi mandiri. Selain itu juga melakukan konsultasi dengan layanan digital kesehatan yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan. Fasilitas ini bisa diakses melalui gawai.

“Layanan digital health yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan RI adalah SehatPedia, Halodoc, Alodokter, KlikDokter, doktersehat, ProSehat, Sehat, Docquit, dan Good Doctor,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ memastikan tak ada biaya selama proses tes dengan RDT kit. Dengan catatan masuk dalam klaster tenaga medis, tracing kontak kasus Covid-19 maupun pendatang dari daerah epicentrum Covid-19.

Dari total 13.200 RDT kit telah didistribusikan ke 30 rumah sakit rujukan Covid-19 di Jogjakarta. Selain itu juga terdistribusi ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) DIJ, Kantor Kesehatan Pelabuhan DIJ, BPBD DIJ dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-DIJ.

“Prioritas utama memang tenaga medis lalu kontak tracing Covid-19. Baru kemudian pendatang dari daerah epicentrum Covid-19 di luar Jogjakarta,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama