RADAR JOGJA – Berada di kawasan sumbu filosofis Jogjakarta, vegetasi yang ditanam harus sesuai. Seperti di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer Jogja, yang ditanami pohon asem dan gayam serta pandan. Tapi karena kurang perawatan, justru tumbuh suket (rumput) teki.

Di kawasan Titik Nol Kilometer Jogja, terlihat jelas suket teki yang tumbuh lebat. Bahkan ada yang menutupi tanaman pandan. Kondisi itu terkait dengan molornya proses lelang untuk tenaga perawatan kebersihan di Malioboro.

Kepala unit pelaksana teknis (UPT) Malioboro Ekwanto menjelaskan, untuk pekerja yang bertugas melakukan perawatan tanaman masih menunggu proses lelang pihak ke tiga. Mestinya kegiatan perawatan sudah di mulai sejak Januari lalu. Tapi baru pada April ini pemenang lelang mulai beraktivitas. “Karena sempat terkendala lelangnya yang baru bisa terealisasi bulan ini,” ujarnya ketika dihubungi Radar Jogja, Minggu (19/4).

Untuk sementara, lanjut dia, kegiatan perawatan keindahan di sepanjang jalan Malioboro termasuk tanaman hias itu dilaksanakan oleh pihak ke tiga. Tetapi tetap di bawah pengawasn dari UPT. “Mulainya nanti menyesuaikan yang bisa dulu bertahap. Karena juga korona ini, pokoknya tetap jalan tapi tetap kita pastikan aman dari Covid-19 juga,” jelasnya.

Teknisnya, ketika bisa mulai dikerjakan di masa pandemi covid-19 tetap mengedepankan protokol seperti physical distancing. Sedikitnya 15 orang yang dilibatkan dalam perawatan dibagi dalam dua tim. Satu tim untuk pedestrian sebelah barat dan satunya sebelah timur. Dia mengaku pengerjaan bisa lebih optimal karena tidak ada aktivitas pengunjung dan pedagang kaki lima. “Pokoknya tidak boleh bergerombol diapangan. Ini sebagai antisipasi dan membantu memutus mata rantai covid-19,” tutur mantan Lurah Prawirodirjan itu.

Terkait dengan rasionalisasi anggaran, dia menyebut UPT juga turut menunda beberapa kegiatan maupun programnya untuk dialihkan ke percepatan penanganan covid-19. Anggaran yang dikurangi untuk UPT kurang lebih sebesar Rp 175 juta. Tapi itu hanya yang berasal dari APBD Kota Jogja. “Tidak hanya kami, tetapi semua OPD di pemkot dikurangi anggarannya untuk penanggulangan covid-19,” imbuhnya.

Mulai tahun anggaran 2020 ini, UPT Malioboro mendapat bantuan keuangan khusus (BKK) dari dana keistimewaan DIJ untuk kegiatan operasional. Besarannya mencapai Rp 6,9 miliar. Tapi untuk ntuk membayar gaji, tunjangan, honor tim dan membeli perlengkapan kantor masih menggunakan APBD Kota Jogja. (wia/pra)

Jogja Utama