RADAR JOGJA – Aturan pemerintah terkait penggunaan masker, saat beraktivitas di luar ternyata belum sepenuhnya dipatuhi oleh sebagian masyarkat. Salah satunya para pedagang dan pembeli di Pasar Godean.

Pantauan Radar Jogja Kamis (16/4), masih ditemukan pedagang maupun pembeli yang belum menggunakan alat pelindung diri, berupa masker. Minimnya ketersediaan masker di pasaran menjadi penyebab mereka tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Supardi,60, contohnya. Salah satu pembeli di Pasar Godean ini mengaku hanya memiliki satu masker. Ketika maskernya dicuci, tak ada masker yang bisa digunakan. Termasuk ketika beraktivitas di pasar. Meskipun demikian, dia mengaku cukup sadar penyebaran virus Covid-19 bisa melalui saluran pernafasan dan sentuhan.  “Saya lupa bawa jadi hari ini tidak pakai,” ujarnya Kamis (16/4).

Kondisi yang sama juga dialami, salah satu pedagang Partilah,54. Wanita yang menjual sayuran ini mengaku hanya memiliki masker sekali pakai. Sehingga, ketika sudah tidak layak dia memilih tidak memakai. Karena memang tidak memiliki masker lain.

Sebagai upaya pencegahan, Partilah mengaku sering mencuci tangan dengan sabun. Itu dilakukan pada beberapa titik yang ada di Pasar Godean. “Masker habis jadi sekarang tidak pakai, tapi saya rajin cuci tangan supaya tidak terkena virus ini,” ungkapnya .

Sementara, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Godean Rubiyanto mengatakan, pengelola pasar sudah melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas cuci tangan pada tiap pintu masuk pasar.

Diakuinuya,  Covid-19 memang berdampak cukup besar bagi pedagang pasar. Omzet penjualan para pedagang turun drastis semenjak wabah tersebut masuk ke Jogjakarta. “Omzet penjualan turun hingga 50 persen dari hari-hari biasanya,” kata Rubiyanto.

Kemarin, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun membagikan masker kain di Pasar Godean. Masker dibagikan oleh politisi Golkar ini kepada siapapun yang dirasa membutuhkan.

Selain membagikan masker, Sri juga memberikan sosialisasi upaya pencegahan Covid-19. Yakni dengan mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menjaga jarak antar orang dan rajin mencuci tangan. (inu/bah)

Jogja Utama