RADAR JOGJA – Para perajin di ‘Kampung Taqwa’ di Umbulharjo dan ‘Kampung Sejahtera’ Wirobrajan, selama ini terbiasa memproduksi tas dan cinderamata. Tapi karena pandemi Covid-19 ini, mereka beralih membuat masker. Hasil produksinya sudah 20 ribu masker yang dibagikan ke warga.

JIHAN ARON VAHERA, Jogja, Radar Jogja

Kedua kampung tersebut merupakan binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jogja. Karena turunnya permintaan produksi tas dan cinderamata saat pandemi covid-19, mereka dicarikan solusi. Yaitu dengan membuat masker. Bahkan kini permintaanya makin banyak.

Ketua Baznas Kota Jogja Drs H Syamsul Azhari menyampaikan, meskipun wabah Covid-19 belum berakhir, kampung binaannya tetap melakukan produksi yakni membuat masker kain. Saat ini mereka sudah membuat 20 ribu lembar masker yang kemudian dibagikan ke masyarakat melalui Pemkot Jogja. “Insya Allah semua produk yang ada memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah,” ucapnya, Selasa (14/4).

Selain membuat dan membagi 20 ribu masker. Baznas juga melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di tempat ibadah dan fasilitas umum. Jumlahnya sudah berjalan 186 dari target 250 tempat. Mereka juga membagikan telur 28.980 butir dan tribako 228 paket. “Saat ini, kami sedang menyiapkan dua ribu paket sembako yang rencananya akan didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu di awal Ramadan nanti,” ungkapnya.

Bantuan masker karya perajin di kampung binaan Baznas Kota Jogja disalurkan melalui Bagian Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan (Tapem dan Kesra) Kota Jogja. Kepala Bagia Tapem dan Kesra Setda Kota Jogja Octo Noor Arafat sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kota Jogja yang telah memberikan kontribusinya. “Baznas Kota Jogja yang merupakan lembaga pemerintah non struktural sangat tepat bersinergi dengan Pemkot Jogja,” tutur Octo yang juga Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Jogja itu.

Octo menyampaikan, saat seperti ini merupakan momen yang sangat tepat untuk menerapkan nilai gandeng gendong. Harus rela saling membantu dan gotong royong untuk sama-sama melawan Covid-19. “Aksi nyata lebih penting dan jauh lebih mulia. Tidak hanya berbagi informasi di sosial media, tetapi juga mau berbagi tenaga, waktu, pikiran, berbagi rezeki dan sebagainya,” imbuh mantan camat Danurejan itu.

Dengan menumbuhkan rasa kemanusiaan yang tertanam dalam diri masing-masing maka akan tercipta  masyarakat yang saling rukun, adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin. “Hal tersbeut dapat terwujud dengan masyarakat sama-sama saling bersatu, bersinergi. Yakni ringan sama dijinjing berat sama dipikul,” kata pria yang pernah berperan sebagai Jenderal Sudirman dalam film Nyai Ahmad Dahlan itu.

Octo juga menginginkan aksi yang dilakukan oleh Baznas Kota Jogja dapat menjadi contoh bagi lembaga lain untuk tergerak hatinya sama-sama membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. “Tidak hanya memberikan kemanfaatan bagi yang menerima, tetapi memjuga berikan dampak peningkatan ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat,” tuturnya. (pra)

Jogja Utama