RADAR JOGJA – Empat pasien dinyatakan sembuh dari Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) pasca menjalani isolasi selama beberapa pekan. Tiga pasien tercatat sebagai warga Kabupaten Sleman dan satu warga Kabupaten Bantul. Keempatnya telah pulang ke kediamannya masing-masing.

Detik empat pasien ini yakni pasien kasus 20, seorang perempuan berusia 70 tahun. Kasus 27 seorang laki-laki berusia 45 tahun, kasus 34 seorang laki-laki berusia 30 tahun dan pasien kasus 40, seorang perempuan berusia 30 tahun. Ketiga pasien terakhir berdomisili Kabupaten Sleman.

“Empat pasien dinyatakan sembuh setelah hasil swab negatif Covid-19. Sudah pulang ke kediamannya masing-masing, tapi masih dipantau untuk perkembangan kesehatannya,” jelasnya, Rabu (15/4).

Berty juga mengabarkan adanya tambahan dua kasus baru Covid-19. Terdiri dari kasus 63, seorang laki-laki berusia 70 asal Sleman dan kasus 64, seorang laki-laki berusia 74 tahun asal Bantul.

Kedua pasien baru ini memiliki catatan riwayat interaksi yang berbeda. Pasien kasus 63 memiliki riwayat perjalanan dari Batam dan Jawa Barat. Sementara untuk pasien kasus 64 memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta.

Catatan kasus Covid-19 turut berubah dengan adanya pemindahan kasus. Merupakan kasus 37, seorang pasien asal Pemalang Jawa Tengah. Pemindahan kasus merupakan wujud kebijakan dari Public Health Emergency Operating Center (PHEOC).

“Pasien asal Pemalang dikembalikan ke daerah asalnya. Sehingga untuk total pasien positif Covid-19 yang masih dirawat 34 pasien,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DIJ ini.

Dalam kesempatan ini Gugus Tugas Covid-19 DIJ turut melaporkan adanya empat laporan kematian. Seluruh pasien berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sementara untuk uji swab masih dalam proses laboratorium. 

Detil laporan kematian ini di antaranya seorang pasien laki-laki berusia 74 tahun dan perempuan berusia 60 tahun. Keduanya tercatat sebagai warga Gunungkidul. Selanjutnya pasien laki-laki berusia 38 tahun dan perempuan berusia 61 tahun. Keduanya berdomisili Kabupaten Sleman.

“Dugaan sementara komorbid, untuk pasien pria asal Gunungkidul ada riwayat stroke. Lalu pasien pria asal Sleman ada riwayat tuberkulosis dan pasien perempuan ada riwayat leptospira. Kalau yang perempuan asal Sleman belum ada laporan,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Utama