RADAR JOGJA – Komunitas Kartini Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta memberikan bantuan sembako kepada ribuan mahasiswa yang masih menetap di kos.

Salah satu anggota Komunitas Kartini UIN Sunan Kalijaga Labibah Zain menjelaskan pemberian bantuan merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat dari komunitas yang didukung keluarga besar UIN Sunan Kalijaga. Gerakan tersebut bermula dari iuran anggota komunitas yang kemudian mendapat dukungan yang cukup masif dari berbagai pihak. “Mulai dari pimpinan universitas dan fakultas, dosen, tendik, hingga alumnus UIN Sunan Kalijaga,” jelas Labibah Sabtu (11/4).

Menurut Labibah, ada sekitar 1.099 mahasiswa terdata yang saat ini tinggal di kos dan membutuhkan bantuan. Setelah mendapatkan data, para anggota komunitas mulai bergerak untuk menggalang donasi dengan memanfaatkan jaringan yang ada. Donasi yang terkumpul, dibagikan secara bertahap.

Pada tahap pertama, 300 paket sembako akan dibagikan kepada mahasiswa. Baik yang dari dalam negeri maupun mahasiswa asing. Tahap kedua, dibagikan 600 paket sembako, termasuk mahasiswa pasca sarjana. Kriteria mahasiswa yang mendapatkan bantuan adalah mereka yang masih kos di Jogja dan membutuhkan logistik.”Jadi bukan pulsa atau kebutuhan tersier lainnya,” ujarnya.

Diakuinya, pada tahap pendistribusian, panitia yang bekerjasama dengan Koperasi KPN UIN Sunan Kalijaga tetap mempertimbangkan aturan penangan Covid-19 untuk meminimalisasi persebaran. Selain itu, saat pengambilan paket, pihaknya juga tetap menjaga kebersihan dan menyediakan hand sanitizer. Serta pengambilan menggunakan sistem drive-thru untuk menghindari kerumunan. “Selama 10 hari, gerakan Kartini sudah bisa mendistribusikan 800 paket sembako,” tambahnya. (eno/din)

Jogja Utama