RADAR JOGJA – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji memastikan kebutuhan Reagen terpenuhi. Komponen primer uji swab ini sangat krusial bagi laboratorium penguji Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Untuk menentukan pasien tersebut terjangkit atau telah sembuh dari Covid-19.

Di satu sisi dia tak menampik ketersediaan Reagen tak selamanya lancar. Ada kalanya kosong hingga sepekan. Inilah yang menyebabkan uji swab di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta terhambat.

“Reagen laporannya dari laboratorium sudah ada tapi jumlah masih terbatas. Pemanfaatan memang prioritas, jadi tidak semua serentak. Lalu hitungannya uji swab bukan hari tapi jumlah pasien,” jelasnya, Kamis (9/4).

Kepala BBTKLPP Jogjakarta Irene angkat bicara terkait ketersediaan reagen. Tak hanya pasif, pihaknya juga melakukan jemput bola ke pemerintah pusat.  Harapannya agar pemenuhan Reagen dapat optimal untuk wilayah Jogjakarta dan Jawa Tengah.

Detil distribusi meliputi beberapa komponen. Untuk primer pembacaan, BBTKLPP Jogjakarta mendapatkan suplai untuk 2.500 sampel. Primer ekstraksi atau RNA Viral Kit mendapatkan suplai 300 sampel

“Selain itu kami juga dibantu oleh Fakultas Biologi UGM untuk 300 reaksi dan Balai Besar Veteriner Wates untuk 300 reaksi,” katanya.

Total Reagen ini hanya untuk BBTKLPP. Besar kemungkinan bertambah karena saat ini Jogjakarta memiliki tiga laboratorium penguji swab Covid-19. Selain BBTKLPP adapula RSUP Sardjito dan RS UGM Jogjakarta.

Keberadaan dua laboratorium tambahan, lanjutnya, berdasar Surat Keputusan Menteri Kesehatan. Dia berharap kinerja uji swab untuk wilayah Jogjakarta jadi lebih maksimal. Terlebih kedua laboratorium tambahan hanya terbebani uji swab pasien Covid-19 asal Jogjakarta.

“Semoga hasil pemeriksaan bisa lebih cepat. Kedua rumah sakit juga sudah dikirim Reagen. Kalau yang saya sebut diatas itu hanya untuk BBTKLPP. Untuk BBTKLPP dalam keadaan normal tanpa halangan bisa 150 sampel sehari,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Utama