RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mendengarkan ngudo roso para tenaga medis dan paramedis yang menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Mayoritas keluhannya adalah belum optimalnya waktu uji swab para pasien Covid-19. Selain itu ketersediaan alat pelindung diri (APD) yang mulai minim.

Atas keluhan ini, HB X berjanji akan menyelesaikannya baik untuk efisiensi tes uji swab maupun ketersediaan APD. Tentunya melalui koordinasi dengan instansi penanggungjawab kebutuhan medis maupun Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

“Tadi say hello dan mendengar cerita mereka. Mayoritas problematikanya sama, yaitu APD. Lalu saat PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk swab lebih cepat, karena 2 Minggu itu jadi terlantar pasiennya menunggu hasilnya,” jelasnya, ditemui di Gedhong Pracimosono usai teleconference dengan tenaga medis dari 22 Rumah Sakit, Selasa (8/4).

Terkait uji swab atau PCR, solusinya dengan menunjuk RSUP Sardjito dan RS UGM sebagai laboratorium pengujian swab oleh Kementerian Kesehatan. Sehingga saat ini ada tiga laboratorium uji swab selain Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Jogjakarta.

“Harapan saya bisa lebih cepat dan tidak terlalu lama uji swabnya. Jadi pasien juga tidak perlu menunggu terlalu lama sampai dua Minggu,” katanya.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini juga sempat menanyakan kapasitas ruang isolasi. Berdasarkan catatan, dari total ruang isolasi, sebanyak 50 persen kapasitas telah digunakan. Artinya masih ada kapasitas untuk isolasi pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19.

HB X juga sempat menyinggung peran dan fungsi RSPAU Hardjolukito. Rumah sakit tersebut, menurutnya, memiliki kapasitas total tiga lantai. Hanya saja untuk saat ini hanya bisa digunakan satu lantai. Kapasitas satu lantai ini mencapai 40 kamar.

“Karena tenaga medis di Hardjolukito itu diperbantukan ke wisma atlet di Jakarta. Tapi masih cukuplah untuk total ruang isolasi. Saat ini baru 50 persen untuk ruang isolasi operasional, tapi harapan saya jangan tambah lah (pasien Covid-19),” katanya.

Pelaksana Harian (PlH) Direktur Utama RSUP Sardjito Rukmono Siswishanto memastikan rumah sakitnya telah efektif operasional. Perharinya rumah sakit ini bisa melakukan uji swab PCR 130 orang. Sementara untuk RS UGM mampu melakukan 170 uji swab.

Untuk kebutuhan Reagen primer, pihaknya terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ. Setidaknya mampu memenuhi kebutuhan uji swab bagi pasien Covid-19 di Jogjakarta. Baik untuk RSUD Sardjito maupun RS UGM.

“Sudah sejak Senin kemarin (7/4) operasionalnya. Tapi untuk Sardjito dan RS UGM cuma untuk Jogjakarta. Beda dengan BBTKLPP yang juga menguji swab Jawa Tengah,” katanya. (dwi/tif)

Jogja Utama