RADAR JOGJA – Menanggapi fenomena penolakan tenaga medis penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Jajaran Pemerintah Provinsi DIJ menyediakan lokasi atau tepat isolasi bagi tenaga kesehatan. Memanfaatkan gedung milik pemerintah tepatnya Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia Regional Jogjakarta.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ Pembajoen Setiyaning Astutie menuturkan gedung ini siap digunakan bagi tenaga kesehatan yang tidak diterima lingkungannya.

“Mereka yang ditolak masyarakat kami berikan perlindungan berupa tempat isolasi. Untuk nakes (tenaga kesehatan) di badan Diklat (Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia Regional Jogjakarta),” jelasnya, ditemui di Komplek Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (6/4).

Terkait isolasi warga bisa berlangsung secara mandiri. Hanya saja diakui olehnya ada tempat terpadu yang menampung para warga. Terutama para pendatang yang berasal dari daerah terpapar.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota sudah ada karantina mandiri. Infonya sudah bisa ditempati, tapi untuk datanya saya belum pegang,” ujarnya.

Kepala Pusat Pengembangan Sumberdaya Manusia Regional Jogjakarta Suroyo memastikan gedungnya siap digunakan. Tercatat saat ini memiliki 141 kamar. Seluruhnya merupakan peruntukan bagi tenaga kesehatan.

Suroyo menuturkan akan ada manajemen khusus bagi tempat isolasi ini. Tentunya tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 DIJ khususnya Dinas Kesehatan DIJ. Mulai dari kebutuhan konsumsi hingga sterilisasi dari virus tersebut.

“Sesuai koordinasi dengan pak Sekda (Kadarmanta Baskara Aji) ada manajemen khusus. Intinya para tenaga medis mendapatkan tempat yang layak dan tidak berdampak sosial,” katanya.

Kamar, lanjutnya, layak ditempati untuk aktivitas harian. Karena selama ini peruntukannya bagi kegiatan pendidikan dan pelatihan. Untuk operasional efektif berlangsung Minggu depan.

Mekanisme yang disiapkan satu kamar untuk satu tenaga kesehatan. Tujuannya untuk menjaga ketenangan saat beristirahat. Selain itu juga menghindari kemungkinan penularan apabila tenaga kesehatan terjangkir Covid-19.

“Yang perlu kami siapkan pelayanannya. Memberikan pemahaman ke SDM kami bagaimana melayani tenaga medis. Mungkin secara psikologis disiapkan. Untuk kamar memang ada dua tempat tidur, tapi hanya diisi satu orang saja,” ujarnya. (dwi/tif)

Jogja Utama