RADAR JOGJA – Ada yang berbeda dari proses pemakaman pasien kasus 14 positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Jenazah pasien tidak dikuburkan tapi dikremasi. Fakta ini dibenarkan oleh Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemkab Bantul Sri Wahyu Joko Santoso.

Dokter Oki, sapaannya, memastikan keputusan kremasi tak menyalahi protokol tertinggi. Ini karena selama proses pemulasaraan tetap mengedepankan aturan baku. Jenazah tidak dimandikan tapi langsung dilapisi plastik dan dimasukan peti.

“Jenazah telah dikremasi di Prambanan, Sleman. Meninggalnya pagi tadi di Rumah Sakit Panti Rapih saat masih jalani proses isolasi,” jelasnya, Minggu (5/4).

Detail dari pasien kasus 14 ini bernama inisial AH. Berjenis kelamin laki-laki dengan usia 71 tahun. Tercatat berdomisili di Kabupaten Bantul. Selain Covid-19, pasien ini juga tercatat memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Oki ini menjelaskan AH memiliki riwayat sakit ginjal dan leukimia. Dikuatkan dengan data riwayat sakit selama masih hidup. Sehingga besar dugaan penyakit penyerta ini yang juga membuat daya tahan tubuh pasien menurun.

“Adapun yang menyebabkan meninggal selain terinfeksi Covid-19, beliau juga sudah mempunyai penyakit kronis yang berat yaitu gagal ginjal kronis dan Leukemia,” ujarnya.

Oki turut menyampaikan riwayat tracing kasus 14. Pasien ini diketahui sempat melakukan perjalanan ke luar negeri. Inilah yang diduga menjadi perantara pasien terjangkit Covid-19.

Pihaknya masih terus melakukan tracing kepada pasien ini. Terutama riwayat interaksi sosial dan perjalanan. Pemantauan juga menyasar ke keluarga pasien tersebut.

“Saya sampaikan lagi, riwayat penularan pasien tersebut setelah pasien pulang dari Singapura dalam rangka berobat penyakit kronisnya. Untuk keluarga yang berkontak erat dengan pasien sampai saat ini tetap diberlakukan pemantauan sampai selesai 14 hari sejak kontak terakhir,” katanya.

Pasien ini sejatinya memiliki KTP Kota Jogjakarta. Pria berusia 71 tahun ini diketahui beralamatkan di Kecamatan Gondokusuman. Hanya saja domisili harian di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Sementara rawat isolai di RS Panti Rapih. (dwi/tif)

Jogja Utama