RADAR JOGJA – Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan mencuci tangan, menjadi salah satu cara memutus penyebaran virus korona. Pasar tradisional menjadi salah satu sasaran dalam pelaksanaannya. Dengan menyediakan wastafel portabel.

Sedikitnya 10 wastafel protabel bantuan CSR dari Pertamina diletakkan di delapan titik pasar tradisional di Kota Jogja. Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, bantuan CSR tersebut merupakan bentuk gerakan bersama antara pemkot dengan masyarakat, komunitas, kelompok masyarakat maupun korporasi. “Kami lakukan upaya ini untuk memutus mata rantai sebaran covid-19,” katanya usai menerima simbolis penyerahan CSR untuk cuci tangan dari Pertamina, di depan Pasar Beringharjo Jumat (27/3).

Sebelumnya juga sudah disiapkan 140 tempat cuci tangan di sepanjang Malioboro. Dan berbagai upaya pencegahan mulai penyemprotan disinfektan dengan menggunakan pemadam kebakaran hingga penyemprotan dengan menggunakan pesawat tanpa awak. “Ketika melawan virus korona dengan melibatkan seluruhnya supaya kita betul-betul bisa menuntaskan,” ujarnya.

HP juga menyoroti keadaan petugas medis yang saat ini masih kekurangan Alat Pelindung Diri (APD). Menurut dia, APD sangatlah penting digunakan oleh para tenaga medis untuk melindung tenaga medis dari paparan covid 19. Meskipun pemkot sudah menganggarkan tetapi masih terdapat kelangkaan APD. Kalaupun ada dijual dengan harga yang sangat tinggi. “Kami harap Pertamina dapat membantu APD bagi para tenaga medis, mengingat tenaga medis adalah garda terdepan untuk penanganan covid 19,” tambahnya.

Sales Area Manager Retail Jogja Pande Made Andi Suryawan mengatakan 10 wastafel protabel tersebut ditempatkan di delapan pasar Kota Jogja. Selain pasar Beringharjo meliputi pasar Kranggan, Patangpuluhan, Demangan, Sentul, Prawirotaman, Pathuk, dan Giwangan. Alasan ditempatkan di pasar tradisional karena di tengah pandemi Covid-19 dan penurunan aktivitas di luar rumah, pasar merupakan lokasi yang tetap dikunjungi oleh masyarakat. “Jadi untuk mengurangi risiko penularan covid-19 ini kebersihan dan budaya mencuci tangan menjadi penting,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jogja Yunianto Dwi Sutono mengatakan kebersihan pasar terus dioptimalkan agar terhindar dari sebaran covid-19 dengan menyemprotkan disinfektan. Seperti yang sudah adalah Pasar Karangwaru, Pingit, dan Kotagede. Saat ini penyemprotan hanya dilakukan di luar jam jualan setelah pukul 13.00.

Namun pihaknya akan tetap memenuhi permintaan masyarakat terkait penyemprotan disinfektan di pasar pasar. Meski Disperindag menginginkan penyemprotan bisa dilakukan total. “Kalau harapan kami pasar bisa meliburkan satu hari supaya bisa total (penyemprotan). Tapi ini kalau ada keinginan dari masyarakat saja,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Utama