RADAR JOGJA – Ratusan payung kecil berwarna merah terpasang berjajar di lapak pedagang kaki lima (PKL) Malioboro. Khususnya pedagang lesehan di timur jalan. Payung itu bertuliskan Tingalan Jumenengan Dalem Mangayubagya 32 Tahun Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X Bertahta. Payung tersebut akan dipasang hingga 4 April mendatang.

Ketua Koperasi Persatuan Pedagang Kaki Lima Yogyakarta ( KPPKLY) Wawan Suhendra mengatakan payung ini sengaja dibuat dalam rangka  Mangayubagya 32 tahun Raja Keraton Jogja bertahta. Ini merupakan simbolisasi kepemimpinan Sri Sultan HB X sebagai pengayom para pedagang. “Ungkapan syukur kami karena telah diayomi sehingga Jogja aman dan nyaman,” katanya usai Acara Peluncuran Komunitas PKL Mangayubagya Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan HB X.

Selain mengenakan busana Jawa lengkap, para pedagang  juga dilakukan penanaman anggrek di tiga titik atau pohon. Yaitu di utara kawasan Malioboro dan dua titik lagi di bagian selatan Malioboro. Ini menunjukkan angka 3 dan 2 sama dengan 32 tahun. Mereka juga akan membuat 74 tumpeng, sesuai dengan usia Sri Sultan HB X pada 2 April mendatang.

Ketua Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM) Desio Hartono Wati mengatakan sampai saat ini masih berupaya keras terus meningkatkan kualitas penampilan dan masakan serta wawasan pedagangnya. Dengan cara penguatan konektivitas, komunikasi, interaksi, dan kolaborasi berbagai stakeholder yang terkait dengan Malioboro. Sehingga benar-benar menjadi pilar penopang destinasi utama Jogja. (wia/din)

Jogja Utama