YOGYAKARTA – Ratusan pelajar SMK Muhammadiyah 2 Sleman mengikuti kampanye Keselamatan Berlalu Lintas yang digelar PT Jasa Raharja (Persero) DIY dan Direktorat Lalu Lintas Polda DIY, Kamis (22/8).

Kegiatan ini menghadirkan petugas PT Jasa Raharja DIY Wahyu Hadiyati Psi, Kasi Laka Ditlantas Polda DIY Kompol Izmawazir SH, dan Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub DIY, Sumaryoto M.Si.

Wahyu mengatakan, setiap korban kecelakaan lalu lintas jalan raya yang melibatkan dua kendaraan bermotor akan mendapatkan santunan Jasa Raharja. Korban meninggal Rp 50 juta dan santunan biaya perawatan maksimal Rp 25 juta.“Untuk korban kecelakaan tunggal tidak termasuk lingkup Jasa Raharja,” kata Wahyu.

Wahyu menerangkan, angka kecelakaan di wilayah DIY tergolong tinggi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah santunan yang telah dibayarkan kepada korban yang sudah mencapai lebih dari Rp 62 miliar per 15 Agustus 2019. Para korban umumnya adalah usia produktif termasuk mahasiswa dan pelajar. “Semoga adik-adik yang ada di SMK Muhammadiyah 2 Sleman ini tidak sampai berurusan dengan kami,’’ kata Wahyu.

Kasi Laka Ditlantas Polda DIY Kompol Izmawazir SH mengimbau kepada para pelajar SMK Muhammadiah 2 Sleman yang belum mempunyai surat ijin mengemudi (SIM) tidak membawa sepeda motor sendiri ketika ke sekolah. Selain itu, bila berkendara di jalan raya agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas. “Jangan sekali-kali ngebut dan melawan arus. Jangan pula menggunakan knalpot blombongan,’’ tegas Izmawazir.

Guru BK SMK Muhammadiyah 2 Sleman, Imam Indriadi S.Ag.,S.Pd mengapresiasi kegiatan ini. Karena sangat bermanfaat bagi peserta didik. Mengingat sebagian besar siswa-siswa mengemudikan sepeda motor sendiri ketika ke sekolah.”Kegiatan ini akan semakin menambah wawasan dan pengetahuan para siswa,” terang Imam. (*/din/by)

Jogja Utama