JOGJA – Dalam rangka penguatan dan percepatan pencapaian sasaran Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY menggandeng TNI dalam pelaksanaan Program TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK) DIY. Digelar pada Agustus-September 2019.

Gubernur DIY, yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Drs Tri Mulyono MM mengungkapkan harapannya kegiatan Bakti Sosial TMKK DIY tahun 2019 dapat dijalankan dengan penuh semangat. “Penuh sinergisitas antara TNI, Perwakilan BKKBN DIY, Pemerintah Provinsi dan sektor terkait lain,” ungkapnya saat Pencanangan TMKK DIY 2019, di Lembaga Pendidikan Perkebunan, di Jalan Urip Sumoharjo, Jogja Rabu (21/8). Dihadiri 250 peserta dari unsur TNI, Polri, BKKBN, kesehatan dan mitra kerja.

Kasiter Korem 072/Pmk Letkol Inf Hari Santoso SSos menjelaskan perjanjian kerjasama TMKK dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman. Harapannya dapat tercipta sinergitas. “Agar bisa maksimal dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Program KKBPK, melalui personil TNI yang tersebar hingga ke desa-desa,” terangnya.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN DIY Rohdhiana Sumariati SSos MSc menambahkan, tujuan dilaksanakannya TMKK adalah guna mewujudkan Nawacita. Yaitu membangun dari pinggiran, memperkuat desa, meningkatkan kualitas manusia, dan revolusi karakter. Dengan target mengupayakan percepatan pencapaian kesertaan KB Baru, KB Aktif, Ketahanan Keluarga dan berbagai upaya pengendalian penduduk di DIY.

Menurut Rohdhiana, di akhir program akan dilakukan evaluasi oleh tim monev dengan melakukan evaluasi ke-empat kabupaten dan satu kota dalam bentuk kunjungan monitoring evaluasi TMKK per Kodim.

“Evaluasi dilakukan dengan memberikan nilai sejak persiapan, proses kegiatan sampai dengan perolehan hasil kegiatan,” jelasnya.

Setelah pencanangan tingkat Nasional, selanjutnya diikuti DIY. TMKK diisi dengan kegiatan peningkatan frekuensi dan kualitas advokasi dan KIE Program KKBPK, peningkatan sosialisasi Kampung KB, peningkatan penggerakan tokoh masyarakat, tokoh agama, mitra kerja, IMP dan masyarakat. “Untuk mendukung pelaksanaan program Kampung KB,” ujar Rohdhiana.

Selanjutnya TMKK melakukan pelayanan KB di fasilitas kesehatan, pelayanan kesehatan reproduksi, pelayanan kesehatan reproduksi remaja, kelangsungan ibu bayi dan anak, dan peningkatan partisipasi KB pria. Kemudian peningkatan keaktifan posyandu, Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera, Pusat Informasi dan Konseling Remaja, Kelompok BKB, BKR, BKL dan UPPKS, peningkatan kelompok KB pria, Penyuluhan program Genre, Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku keluarga yang mempunyai lansia dan rentang tentang lansia tangguh. “Memberikan pembinaan ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi keluarga dan kemandirian ber-KB bagi anggota kelompok, memberikan orientasi bagi pengelola dan pelaksana Program KKBPK kepada Danramil, babinsa, yang ditunjuk sebagai mitra PKB/PLKB,” paparnya. (*/pra/er)

Jogja Utama