SOLO – Status Derby Mataram antara Persis Solo kontra PSIM Jogja di Stadion Wilis, Madiun besok memang menyita perhatian. Kabag Ops Polres Madiun Kota Kompol Gatot Sudiyoto menyatakan, Polda Jatim merekomendasikan agar pertandingan ini digelar tanpa penonton. Pertimbangannya karena faktor keamanan.

Tetapi, hasil koordinasi terakhir dengan panpel Persis dan panpel lokal Rabu (14/8), mereka meminta kelonggaran supaya matchday ke-10 Liga 2 tersebut dapat digelar dengan disaksikan penonton. Sebab, pihak panitia telanjur menjual tiket pertandingan secara presale ke publik, yang dibuka oleh suporter Pasoepati maupun Surakartans di Solo.”Jadi, diizinkan atau tidak diizinkan (tanpa suporter, Red) mereka bakal tetap datang ke Madiun,” kata Gatot.

Mendapati kenyataan tersebut, Gatot mengaku tak bisa melarang lebih jauh. Tetapi, pihaknya menjanjikan pengamanan ekstraketat. Total ada 600 personel gabungan yang dikerahkan untuk mengamankan laga panas tersebut. ”Ada sekitar 10 ribu lebih suporter Persis yang akan datang ke Madiun,” ungkapnya.

Meski demikian, status pertandingan apakah boleh disaksikan penonton atau tidak baru bisa didapat hari ini (15/8). Kalau pun boleh tentu ada syarat. Seperti suporter dari kubu PSIM Jogja, yakni Brajamusti dan The Maident dilarang datang ke Madiun. Ini penting karena bisa memicu bentrokan dengan suporter Persis Solo, Pasoepati dan Surakartans.

Untuk mencegah adanya chaos, pihak kepolisian menerapkan pola pengamanan berlapis. Seperti penempatan anggota di luar stadion untuk memeriksa barang bawaan suporter. Serta menempatkan anggota berpakaian preman di tribun suporter. ”Kami tetap berikan atensi pengamanan,” ujar Gatot.

Panpel Persis Solo telah melayangkan surat permohonan kepada Polres Madiun Kota dan Polda Jatim agar laga Derby Mataram dapat disaksikan oleh penonton. Apalagi, Stadion Wilis memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung suporter dari Persis Solo.

Mengacu kepada regulasi kompetisi Liga 2, pertandingan tanpa penonton itu diberlakukan pada tim yang terkena sanksi atau hukuman dari komdis PSSI. Sementara Persis tidak dalam posisi terkena sanksi saat ini.

Isyarat tanpa penonton itu, memang baru sebatas lisan dari pihak Polres Madiun Kota. Jadi, manajemen dan panpel masih menanti keputusan final soal izin pertandingan yang dijadwalkan untuk disiarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional tersebut. ”Kami masih menunggu kepastiannya sampai besok (hari ini, Red),” kata ketua Panpel Persis Solo Didik Daryanto.(her/JPG/irw/nik/zl)

Jogja Utama