JOGJA – Amalan saat Idul Adha, tak hanya berkurban hewan ternak saja. Seperti pedagang di Pasar Tela Karangkajen yang membagikan arang gratis ke kelompok dan takmir masjid. Arang gratis yang dibagikan sebanyak 80 karung.

Salah seorang pemilik kios Areng Ireng di Pasar Tela, yang tidak mau namanya dikorankan, menyebut ide tersebut muncul karena momentum Idul Adha. Menurut dia, salah satu anjuran dalam Islam untuk beramal dalam 10 hari pertama bulan Dzulhijah.

“Dan areng saya pikir ada nilai manfaat besar, karena satu masjid bisa untuk membuat masakan ratusan porsi, artinya yang menikmati areng ini bisa lebih banyak,” ungkapnya ditemui di Pasar Tela Jumat (9/8).

Dia menyediakan satu karung arang dengan ukuran berat 20 sampai 25 kilogram. Seharusnya jika dijual, harganya dibandrol dengan Rp 80 ribu per karung. Ukuran lain dalam kresek biasa dia jual seharga Rp 5.000.

Tak ada kriteria tertentu bagi yang menerima manfaat pun kuota pengambilannya. Asalkan atas nama kelompok atau panitia kurban dalam satu masjid tertentu. Sejak informasi disebar Rabu lalu (7/8) sudah mulai banyak yang berdatangan.

“Hari pertama masih sedikit, mungkin belum banyak yang tahu. Tapi hari terakhir ini paling banyak, mereka rata-rata ambil satu karung paling banyak cuma dua karung,” tambahnya.

Mayoritas penerima manfaat yang datang dari Kota Jogja. Ada pula yang paling jauh dari Godean, Sleman. Untuk beramal ini dia rela selama tiga hari itu, sejak Rabu lalu sampai Jumat tidak melayani jual beli arang. “Tiga hari jualannya sama Gusti Allah saja,” ujarnya sambil tersenyum.

Salah satu penerima manfaat, Rintis mengungkapkan, terbantu dengan adanya pembagian arang gratis itu. Dia sebagai panitia kurban di Masjid Al Huda, Jotawang, Jogja sebelumnya menggunakan gas ukuran tiga kilogram untuk memasak daging kurban di masjid.

Kulo seneng e ra jamak iki, biasanya gak pernah pakai arang. Kan sekarang juga gas baru langka kami coba dengan arang, masakannya juga akan lebih seger daripada pakai gas,” ungkapnya.

Penerima manfaat lain, Rudi juga mengungkapkan hal senada. Sebagai panitia takmir masjid Al-Falaq, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul memang kebetulan mencari arang untuk memasak kurban yang diperuntukkan untuk 11 RT di wilayahnya.

Meski biasanya menggunakan gas dalam memasak kurban, dia menilai lebih efisien menggunakan arang. “Saya senang sekali, karena kami di masjid juga membutuhkan. Karena kalau masak pakai arang itu akan lebih enak rasanha,” katanya. (cr15/pra/zl)

Jogja Utama