JOGJA – Lobster merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Oleh karenanya pemerintah berupaya menghentikan aktivitas perikanan illegal demi menjaga populasi perikanan laut.

Akhir-akhir ini penyelundupan benih (baby lobster) sering terjadi ini bisa mengancam populasi lobster. Perlu diketahui Mei lalu telah dilakukan pelepasliaran baby lobster di Pantai Kukup sebanyak 77.000 ekor senilai Rp11,549 miliar. Serta di Pantai Drini dengan melepaskan 78.964 ekor baby lobster dengan nilai jual Rp 11,844 miliar yang akan diekspor ke Vietnam (17/7).

Benih Lobster dari luar DIY tersebut adalah hasil sitaan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan  Kementrian Kelautan dan Perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Ir. Bayu Mukti Sasongka, M.Si, menuturkan, pihaknya selalu berkoordinasi dan mendukung upaya pelepasliaran baby lobster di wilayah pantai DIY untuk menghindari ancaman kepunahan, menjaga keseimbangan alam serta menambah populasi lobster.  “Dengan pelepasliaran baby lobster ke laut lepas diharapkan sumber daya ikan tersebut dapat tetap terjaga dan bisa terus dimanfaatkan,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian dan Data Informasi BKIPM Yogyakarta Haryanto mengatakan terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/ atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp), kepiting (Scylla, spp), dan Rajungan (Portunus spp) dari wilayah Negara RI, pihaknya bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan kerap melakukan sosialisasi kepada para nelayan ataupun masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir tindakan penangkapan/ penjualan baby lobster illegal akibat minimnya informasi yang didapat.   “Untuk lobster ukuran yang boleh ditangkap harus memiliki ukuran minimal karapas adalah 8 cm dengan berat 200 gram dan tidak dalam kondisi bertelur,” ujarnya.

Ditambahkan, wilayah DIY pelepasliaran baby lobster dilakukan di Pantai Kukup dan Drini Gunungkidul mengingat lautnya berkarang dan berpasir putih yang sangat cocok bagi habitat lobster jenis pasir, mutiara, ataupun batu.(*/a1/din/zl)

Jogja Utama