JOGJA – Guru guru di SD Muhammadiyah Ambarketawang 3 merasa senang karena mereka dapat membuat media pembelajaran berbasis computer (multimedia). “Awalnya saya mengira membuat media pembelajaran ini rumit. Tetapi setelah dipandu selama pelatihan ini ternyata sangat mudah,” ungkap salah satu guru yang menjadi peserta dalam Pelatihan Cara Mudah Pembuatan Media Pembelajaran Interaktif ini.

Kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang diusung oleh Bambang Robi’in ST MT, dan Drs Wahyu Pujiyono MKom. Keduanya adalah Dosen Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Industri UAD. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari, Jumat (2/8), dan Senin-Selasa (5-6/8).

Bambang menyampaikan, pelatihan ini bertujuan meningkatan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran. Jika guru sudah memiliki kemampuan membuat media pembelajaran, pemberdayaan guru untuk membuat media pembelajaran interaktif dapat dilakukan. Membuat media pembelajaran berbasis Information and communications technology (ICT) terutama multimedia tidaklah mudah dan tidak dapat dilakukan dengan cepat. “Tetapi kami telah memiliki template yang mudah digunakan sehingga untuk membuat media pembelajaran berbasis multimedia dapat dilakukan dengan mudah dan cepat,” ujarnya di Kampus Utama UAD, di Banguntapan, Bantul, Kamis (8/8). Template inilah yang kemudian oleh Bambang dan Wahyu dijadikan sebagai alat untuk mengajari para guru dalam membuat media pembelajaran.

Dengan template ini guru-guru dapat membuat media pembelajaran interaktif tanpa mengalami kendala meskipun mereka tidak memiliki dasar tentang multimedia.

Wahyu menambahkan, kegiatan ini dilakukan untuk menjawab tantangan perubahan zaman terutama untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0. Dunia pendidikan dituntut untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam praktik kegiatan pembelajaran. “Dengan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran maka diharapkan kegiatan pembelajaran di kelas tidak hanya bersifat klasikal saja tetapi bisa menjadi lebih menarik dan interaktif dengan dukungan media dan sumber belajar berbasis ICT,” imbuhnya.(*/din/zl)

Jogja Utama