JOGJA – Usianya memang baru saja menginjak 23 tahun, tapi Bripda Fadhila Pratami Nurmalina sudah sering diundang untuk mengisi tausiah di berbagai wilayah. Di antaranya karena pada akhir 2016 lalu, dia menjadi juara pertama dalam lomba Dai Kamtibmas yang digelar Polres Gunungkidul. “Pernah di beberapa wilayah di Gunungkidul, pernah juga Piyungan di kampung senior,” tuturnya Kamis (25/7).

Diakuinya undangan-undangan tersebut karena dia menjadi juara lomba dai tersebut. Tak hanya itu, anggota Reskrim Polsek Patuk Gunungkidul, itu juga kerap diundang menjadi narasumber di sekolah-sekolah.“Ya setiap ngisi tausiah atau narasumber di sekolah, saya selipkan pesan-pesan kamtibmas,” ujarnya.

Dara kelahiran Sleman 9 Juli 1996 itu mengaku senang memperlajari agama. Bahkan dia sejak kecil sering ikut lomba Musabaqoh Tartil Quran (MTtQ). “Alhamdullilah selalu juara,” ucapnya. Prestasinya itu berlanjut ketika dia masuk ke jenjang sekolah. Sejak SD hingga SMA juga meraih prestasi.

Tapi ternyata saat lomba dai di Polres Gunungkidul 2016 lalu, merupakan pengalaman pertamanya menjadi penceramah. “Tapi saya selipkan ayat Alquran dan saya lagukan sepert pas lomba MTtQ. Mungkin itu juga yang jadi nilai tambah,” ungkapnya.

Dalam perlombaan itu pun berjenjang. Dia harus bersaing di antara polwan lainnya. Kemudian berlomba dengan personel polisi pria. “Seleksi tiga besar cowok dan cewek, terus dicari juara umumnya. Kamis saya ambil tema pemimpin yang baik menurut Islam,” ungkapnya.

Berkat prestasinya tersebut, gadis yang tinggal di Tamanmartani, Kalasan, Sleman itu mendapat hadiah untuk berangkat ibadah umrah ke Tanah Suci. “Sudah berangkat awal 2017 lalu,” tuturnya. (gun/pra/by)

Jogja Utama