JOGJA – Mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), berinovasi dengan menciptakan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) Portable. Melalui skema pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemenristek Dikti, proyek dari Prodi Teknik Elektro ini diketuai Saiful Aziz, beranggotakan Sembodo Rilo Pambudi dan Muhammad Irmansyah.

APILL Portable ini didesain minimalis, efektif, efisien serta ekonomis. Nilai tambah APILL Portable ini pembuatannya ekonomis dan harga produksi cukup terjangkau.

Diharapkan alat Apill portable ini dapat lebih banyak di produksi secara resmi yang dapat dimanfaatkan untuk menghindari kemacetan simpang akibat adanya konflik arus lalu-lintas. “Harapannya bisa menjamin suatu kapasitas tertentu dapat dipertahankan, bahkan selama kondisi lalu-lintas jam puncak,” jelasnya di Kampus ITNY, di Jalan Babarsari, Sleman, Selasa (16/7).

Sambodo Rilo Pambudi dan Muhammad Irmasyah menambahkan APILL Portable ini adalah untuk membantu manajemen lalu lintas kepada pengguna kendaraan khususnya persimpangan yang tidak menggunakan alat pengatur lampu lalu-lintas menjadi lebih efisien dan efektif.

Dosen Pembimbing Asniar Aliyu ST MEng menyampaikan, APILL portable merupakan alat yang bisa membentuk mindset dari masyarakat untuk tertib lalu lintas. Prinsip kerja dari alat ini nirkabel sehingga memiliki mobilitas yang tinggi dan mudah digunakan untuk pengaturan lalu lintas, pada saat pelaksanaan perambuan yang bersifat sementara. “APILL Portable ini menggunakan sensor kamera yang dapat mengurai kepadatan arus lalu lintas secara otomatis,” ujarnya.

Kasi Teknologi Transportasi Dishub DIY Drs Rudhy Russanto sangat mengapresiasi hasil karya ini sebagai masukan bagi perkembangan teknologi di bidang transportasi dan perhubungan.

Wakil Rektor III ITNY Dr Hill Gendoet Hartono ST MT menuturkan sejak berubah bentuk dari STTNAS menjadi ITNY, kampus berharap agar mahasiswa-mahasiswi ITNY terus berprestasi. “Temuan ini didukung penuh oleh pihak kampus karena merupakan inovasi yang cukup membanggakan dan mempunyai nilai kemanfaatan yang tinggi,” jelasanya. (a11/din/er)

Jogja Utama