JOGJA – Saat peragaan polwan mengendari motor gede (moge), menjadi salah satu daya tarik. Tapi bukan perkara mudah untuk bisa mengendarai, apalagi beratraksi di atas moge. Jatuh dari moge jadi salah satu risikonya.

Itulah yang dialami Bripda Endah Setyawati. Sudah beberapa kali dara yang kini bertugas di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY itu sering didaulat untuk melakukan peragaan di atas moge. “Berkali-kali jatuhnya. Pas awal latihan pasti jatuh,” ujarnya sambil tersenyum.

Apalagi, lanjut dia, moge yang digunakan beratnya berkali-kali lipat dari berat badannya. Endah biasa menggunakan moge jenis Yamaha XJ900P Diversion atau Harley Davidson. “Butuh waktu semingguan lebih untuk belajar,” tuturnya.

Tapi kini Endah yang kelahiran 23 Maret 1995 itu sudah mahir jika diminta atraksi di atas moge. Dia biasa mempraktekan atraksi berdiri di atas moge, zig zag searah hingga zig zag berlawanan. Dia mengaku paling sulit saat harus berdiri di atas moge. Butuh waktu hingga tiga hari untuk belajar berdiri sempurna. “Karena kan harus menjaga keseimbangan. Berdirinya kan juga berboncengan,” sebutnya.

Selain itu kebanggaanya menjadi seorang Polwan, apalagi tugasnya di Ditlantas, karena bisa dekat dengan masyarakat. Endah yang juga atlet voli puteri di Popsivo Polda DIY itu selama ini turut bertugas melaksanakan pengaturan lalu lintas. Termasuk menyebrangkan anak sekolah atau penyebrang jalan lainnya.

Siang harinya, Endah bertugas  melaksanakan pelayanan. Kebetulan dia saat ini bertugas di Regident SIM. Bertemu dengan para pencari surat keterangan uji keterampilan pengemudi (SKUKP). “Melayani masyarakat yang berbeda-beda karakter membuat kesabaran saya dilatih,” ungkapnya. (pra/fj)

Jogja Utama