JOGJA – Plaza Ambarrukmo (Amplaz) kembali menggelar miniature & railways expo di Hall A lantai 2, 28- 30 Juni 2019. Mengangkat tema Creativity is infinity, acara ini mengajak teman- teman komunitas untuk menyalurkan krativitasnya melalui kegiatan positif.

“Ini merupakan wadah hasil kreativitas teman- teman di Jogja Miniature agar dapat dinikmati publik sekaligus bukti bahwa kami mampu bersaing dengan komunitas model luar negeri,” ujar Public Relation Amplaz Wahyu Hidayati, Senin (29/6).

Ayu, sapaannya,mengatakan, ditahun kedua ini, main layout yang ditonjolkan adalah suasana eropa. Maskot kali ini menampilkan replika dari stasiun Calw. Salah satu stasiun di jalur kereta api hutam hitam yang terletak di Baden- Württemberg yang menghubungkan kota kecil Stuttgart ke Calw, melewati kaki bukit Hutan Hitam yang dibuka secara bertahap antara 1868 dan 1872.

Dalam prosesnya, lanjut Ayu, untuk membuat layout sepanjang 3,4×2 meter ini membutuhkan waktu selama empat bulan yang didesain ulang oleh salah satu pengurus dan juga pengerajin layout di Indonesia Chrisendy dibantu oleh seluruh pengurus dan member dari Jogja Miniature. Layout berikutnya mendapat support dari Indonesian 1/87 Scale Community yang mana menampilkan diorama sebuah kilang minyak dan suasana pedesaan yang langsung di datangkan dari Bandung dan Surakarta.
Selain menampilkan layout milik komunitas, event ini juga menampilkan karya, layout dan diorama dari para member dengan berbagai tema dari berbagai usia. Mulai dari bangku SMP, SMA hingga senior. Selain Layout, ada pula contoh produksi pembuatan part atau bagian dari miniature dengan printer 3 dimensi secara langsung. Pada event ini skala yang diusung cukup bervariasi, mulai dari skala 0,H0, H0e, serta N.

“Kami berharap, event ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat serta menjalin anggota baru yang ingin memulai berhobi miniature di Indonesia khususnya di kota Jogja agar mengembangkan kreativitas dalam hal yang positif serta mendapat wawasan mengenai miniatur yang dapat di tuangkan dalam sebuah diorama atau layout,” imbuh Ayu.

Selain pameran, acara ini juga diisi dengan talkshow bertemakan Railway History dengan narasumber Hari Kurnia dan Yoga Bagus Cokroprawiro. Keduanya adalah pengamat dan pemerhati sejarah perkeretaapian di Indonesia. (sce/met/pra/er)

Jogja Utama