JOGJA – Menjadi seorang polisi wanita (Polwan) memang sudah menjadi pilihan bagi sebagian kaum hawa. Walapun memiliki banyak tantangan dan diwajibkan tegas, banyak kaum hawa yang memilih profes ini

Itu yang dirasakan oleh AKP Sri Basariah. Perempuan kelahiran Semarang, 7 Februari 1969 ini sekarang menjabat sebagai Kapolsek Pajangan, Bantul.

Menjadi seorang polisi, bagi Sri sapaan akrabnya, tentu perlu melewati berbagai macam proses. Bahkan perempuan 50 tahun ini pernah mengalami kegagalan pada saat pendaftaran anggota di tahun pertamanya. Namun dengan semangat yang gigih, dan pantang menyerah. Dia terdorong kembali untuk bisa mendaftar lagi di tahun kedua.

“Pada 1991 saya menang pernah gagal, kemudian sekitar tahun 1992-1993 saya mendaftar kembali. Alhamdulillah saya bisa masuk dan menjalani pendidikan,” ujarnya Kamis (20/6).

Dalam menjalani ketugasannya sebagai seorang anggota, Sri mengaku pernah merasakan bagaimana rasanya masa akademi kepolisian (Akpol). Mulai dari pelatihan fisik, hingga pendidikan moral untuk menjadi sebagai penjaga kenyamanan. “Karena pendidikan polisi saat itu memang masih keras,” kenangnya.

Walaupun dalam ketugasannya harus serba disiplin, Sri mengaku enjoy menjalani profesi sebagai anggota kepolisian. Dia pun juga bernah dipindah dari berbagai divisi, mulai dari personel di bidang narkoba hingga jabatannya saat ini sebagai Kapolsek.

Semangat itu juga, dikatakan Sri, memang terpupuk sejak dia masih kecil. Mengingat menjadi seorang polisi sudah impiannya sejak kecil, atau dapat dikatakan cita-citanya. “Memang niat sebagai polisi sudah ada sejak saya masih sekolah dasar. Karena ini juga cita-cita saya,” ungkapnya.

Sri menceritakan, kalau sejak kecil dia memang sudah membanggakan seorang polisi. Hal itu, karena di masa sekolahnya dia sering melihat sosok berseragam yang bertugas menjaga keamannan di tempatnya. (cr5/pra/zl)

Jogja Utama