JOGJA – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja sudah memberikan akses bagi siswa berprestasi untuk sekolah di SMP negeri. Di antaranya melalui zonasi bibit unggul. Tapi ternyata tidak dimanfaatkan secara maksimal. Buktinya beberapa SMP negeri menyisakan kuota unutk zonasi bibit unggul.

Dari pengumuman zonasi bibit unggul SMP di Kota Jogja, dari kuota 346 namun siswa yang lolos hanya 307. Padahal total siswa yang mendaftar melalui zonasi bibit unggul ini mencapai 703 siswa. “Yang lolos memang tidak sampai memenuhi kuota, tetapi itu tidak masalah karena semua tergantung pilihan dari masing-masing siswa,” kata Kepala Disdik Kota Jogja Budhi Asrori Selasa (18/6).

Beberapa SMP yang kuotanya tidak terpenuhi, seperti SMP 3, yang memiliki kuota 20 siswa hanya terisi siswa. Juga SMP 13, yang menyisakan satu kursi dari kuota 10 siswa. SMP 14, dari kuota 14, hanya tiga yang diterima. Begitu pula SMP 15, hanya terisi 18 dari kuota 34.

Zonasi bibit unggul sendiri, baru diadakan tahun ini. Seleksi berdasarkan usulan dari SD dengan memperhitungkan nilai ujian sekolah berstandar nasional (USBN).

Para siswa yang sudah diterima melalui zonasi bibit unggul ini hanya memiliki waktu dua hari, Selasa dan hari ini, unuk melakukan daftar ulang. Budhi mengingatkan siswa yang sudah diterima melalui zonasi bibit unggul dan tidak melakukan daftar ulang, akan dinyatakan gugur dan tidak boleh mendaftar melalui jalur lain. “Sedangkan untuk yang tidak diterima bisa ke zonasi wilayah dan mutu. Jadi masyarakat tidak usah resah bila tidak diterima di bibit unggul,” tuturnya.

Mantan Sekretaris Disdik Kota Jogja itu menyebut, jumlah

lulusan SD pada tahun ini mencapai 7.400. Mencakup dalam kota sekitar 4.500-an dan 2000-an siswa luar dan sekolah di kota. Sedang daya tampung siswa di SMP negeri mencapai 3.462 siswa. “Tentu tidak semuanya bisa ditampung di negeri,” tuturnya.

Disdik Kota Jogja, masih membuka jalur zonasi mutu, yang juga menggunakan perhitungan nilai USBN sebesar 40 persen dari daya tampung, dan zonasi wilayah sebanyak 30 persen dari daya tampung. Untuk verifikasi pendaftaran zonasi wilayah dimulai dari 24-25 Juni 2019. “Pada 20 Juni sudah boleh memasukan nilai USBN, SKHUN dimasukan pada 24-25 Juni,” katanya.

Budhi mengingatkan untuk pendaftaran zonasi wilayah bisa memilih SMP yang terdekat dari titik tengah RW. “Peluang yang paling besar duluan jarak bila jarak dan mutu Pilihan wilayah tiga dan mutu tiga. Dicoba dua-duanya agar terakses secara optimal,” pesannya. (cr8/pra/er)

Jogja Utama