JOGJA – Untuk menghidupkan kawasan semi pedestrian Malioboro, sejumlah seniman siap dilibatkan.Terlebih selama ini telah ada Malioboro Midnight Festival.

Digagas sejak 2013, pentas ini mengambil pedestrian Malioboro sebagai panggung. Penggagas acara Bimo Wiwohatmo menuturkan konsep acara melibatkan seniman. Tidak hanya lintas disipilin tapi juga seniman dari luar Jogjakarta.

“Kalau ada wacana mengajak seniman kami sangat menyambut positif. Malioboro memang sudah ideal dijadikan sebagai lokasi pentas seni jalanan,” jelasnya, Minggu (16/6).

Bimo berharap keterlibatan seniman tidak hanya sebagai angin lalu. Setidaknya ada keterikatan kuat antara pemerintah dan seniman. Dia mencontohkan pentas jalanan di Tokyo Jepang. Pada awalnya kegiatan tersebut diisi oleh seniman lokal. Seiring waktu berjalan, peminat pentas juga hingga seniman luar negeri.

“Bagi seniman bisa jadi ajang promosi karya, tapi pemerintah juga jangan hanya sekadar mengajak untuk tampil. Harus ada komunikasi diantara keduanya agar konsep yang disajikan apik,” kata seniman tari ini.

Bimo menilai kawasan semi pedestrian Malioboro sangat ideal. Tidak butuh sebuah panggung besar. Seniman justru bisa membaur tanpa batas dengan penonton. “Justru bagus apa adanya, biasanya kalau pentas yang nonton itu seprofesinya sendiri,” ujarnya.

Kepala Dispar DIJ Singgih Raharjo mengungkapkan uji coba telah berlangsung 31 Mei. Kala itu beberapa seniman musik tampil di beberapa titik. Mulai dari pintu sebelah barat Kantor Kepatihan hingga kawasan titik nol kilometer.

“Konsepnya tidak pakai panggung dan melibatkan seniman musik maupun musisi jalanan. Sudah mulai terlihat konsep besok yang mau dihadirkan seperti apa,” katanya.

Sayangnya untuk konsep ini, Singgih lebih memilih seniman musik. Meski tidak menutup kemungkinan berkembang kedepannya. Untuk tahap awal dia menjamin kualitas para musisi. Ini karena setiap penampil telah melalui tahapan kurasi.

“Mewadahi teman-teman dari SMSR, dan ISI juga. Misal sebagai alternatif pentas maupun ujian. Kami sudah melakukan pendekatan, tidak hanya yang sudah jadi tapi juga yang punya potensi luar biasa,” ujarnya. (dwi/pra/er)

Jogja Utama