BANTUL – Ganasnya ombak laut selatan hingga menyebabkan banyak korban jiwa karena tenggelam, di mata para peselancar justru menjadi sahabat yang mengasyikkan. Puluhan peselancar dari berbagai daerah di Indonesia pun kemarin saling beradu tangkas menaklukkan ombak di Pantai Parantritis (11/4).

Para peselancar profesional itu mengikuti lomba bertajuk “Parangtritis National Surfing Competition.” Terlihat para peserta lomba begitu lihai memainkan papan selancarnya. Ketika ombak tinggi datang, mereka langsung menyambutnya dengan atraksi berbahaya.

Ketua panitia acara ini Budi Santoso mengatakan, ada 82 peserta yang ikut dalam lomba ini. Para peserta kebanyakan datang dari berbagai daerah di Jawa dan Bali, tapi ada juga yang dari Lampung.

Para peserta lomba memperebutkan total hadiah Rp 20 juta. Penilaian dalam lomba ini adalah dari bagaimana cara peserta beratraksi di atas papan selancarnya. “Dewan juri tidak hanya menilai dari bagaimana peserta mengambil ombak panjang. Kami ingin melihat manuver keras namun terkontrol dari peserta,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat ketua Komunitas Dolphin Parangtritis Surf Community (DPSC) ini menambahkan, Pantai Parangtritis memiliki ombak yang bagus. Oleh karena itu para peserta memiliki banyak kesempatan untuk menunjukan trik-triknya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo yang juga hadir dalam acara ini mengungkapkan, lomba digelar untuk meningkatkan potensi kunjungan wisata ke Bantul, khusunya pantai. Dengan lomba surfing seperti ini, Parangtritis kemudian akan dilirik oleh para wisatawan internasional. Mengingat, olahraga surfing memang sudah dikenal di berbagai dunia.

Kwin, sapaannya, juga mengatakan, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kembali citra Parangtritis yang dulunya sempat padam. Pantai yang dulunya dianggap kotor dan tidak nyaman untuk berselencar ini, diharapkan bisa ditepis dengan kegiatan ini.

“Harapannya dengan acara perdana ini selain mengenalkan Parangtritis memiliki pantai yang bagus, juga untuk membuktikan kalau di sini juga layak untuk digelar olahraga internasional,” ujarnya.

Dia pun berjanji akan terus meningkatkan berbagai fasilitas yang ada di pantai ini. Hal itu agar jumlah wisatawan terus meningkat dan mereka nyaman serta betah untuk tinggal di Parangtritis.

Menurutnya, dengan meningkatnya kunjungan wisatawan juga akan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat di wilayah itu. Oleh karena itu dia berharap masyarakat kemudian bisa ikut mendukung hal ini. “Kalau kunjungan wisatawan meningkat, ekonomi masyarakat pun juga akan meningkat,” ungkapnya.

Di sisi lain, seorang peserta asal Pacitan, Durant, mengakui di Pantai Parangtritis ini memang memiliki ombak yang bagus. Dia menjelaskan ombak sangat kompleks, sehingga bisa memainkan papannya dari berbagai sisi pantai.

Pria kelahiran Prancis ini pun menambahkan, intensitas ombak Parangtritis juga sangat ideal untuk melakukan berbagai atraksi. Dia pun punya banyak kesempatan untuk menunjukan trik-triknya kepada juri. “Ombaknya besar dan bagus, saya senang sekali surfing di Parangtritis ini,” katanya. (cr5/laz/mg2)

Jogja Utama