BANTUL- Sempat dikabarkan hilang, jasad Windu Andi Darmawan akhirnya ditemukan Senin (24/12). Drumer grup band Seventeen itu menjadi korban bencana tsunami di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten Sabtu (22/12). Dua personel Seventeen lainnya, Muhammad Awal Purbani dan Herman Sikumbang, juga meninggal akibat musibah tersebut.

Andi merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Dia meninggalkan istri, Dewi Sartika, dan tiga anaknya, Resiva Kaila Putri Darmawan, 9, Ganesha Syufa Athallah Darmawan, 4, dan Ravindra Arsyaa Putra Darmawan yang masih berusia 11 bulan. Kepergian Andi juga meninggalkan duka mendalam bagi kedua orangtua, Kusmardono dan Rini S. Miharti. Serta adik satu-satunya Aditya Nanda Putri.

Jenazah Bani dan Herman dimakamkan dua hari lalu. Sedangkan jenazah Andi baru sampai di rumah duka Sedayu, Bantul Selasa (25/12). Sekitar pukul 10.00. Dan dimakamkan di TPU Glagahsari, Jogja. Sebelum dimakamkan, jenazah Andi disalatkan di Masjid Al Ikhlas, Perum Polaman, Argorejo, Sedayu. Seluruh saf tampak terisi penuh. Oleh jamaah laki-laki maupun perempuan.

“Andi tak memberikan kabar. Istrinya yang mengabarkan Sabtu (22/12) malam pukul 21.47. Mereka sekeluarga kena tsunami,” ungkap Kusmardono, ayah Andi.

Kusmardono awalnya tak percaya. Saat itu belum ada berita tayang di media online maupun televisi. Sambil harap-harap cemas, kata dia, keluarga berusaha mencari kabar keluarga Andi. Termasuk mencoba menelepon hotel tempat Andi menginap. Tak ada jawaban. “Sekitar 23.30, Dewi menelepon lagi. Pinjam HP satpam, katanya. Bilang dia sudah dievakuasi ke puskesmas,” katanya.

Dewi dan tiga anaknya selamat dari terjangan tsunami lantaran tidak ikut bersama Andi di lokasi konser. “Saya sangat merasa kehilangan. Tapi tetap pasrah,” lanjut Kus sambil menahan air matanya.

Bagi Kus, Andi anak yang penurut. Dia juga punya lingkungan yang baik. Termasuk dengan keluarga istrinya. “Saya merasa, semakin tua usianya, Andi makin hormat kepada orang tuanya,” katanya.

Kus mengenal Andi sebagai anak yang bertanggung jawab. Andi lulus kuliah juga tepat waktu. Walaupun disambi nge-band. Andi lulus sarjana di Fakultas Ekonomi UMY pada 2005.

Hal senada disampaikan Rahadian, 30, sepupu Andi. Bagi Ian, sapaannya, Andi sosok yang baik dan sederhana. Keluarga kecilnya pulang ke Jogja dua kali setahun. “Saya tidak menerima pesan apa-apa. Almarhum domisilinya kan di Jakarta,” jelasnya.

Eks Gitaris Seventeen Yudhi Rus Harjianto turut hadir mengantarkan jenazah Andi ke peristirahatan terakhir. Yudhi mengaku masih berat untuk bicara. Kondisinya sama seperti anggota keluarga Seventeen lain. Masih belum stabil. “Tapi saya bersyukur semua personel sudah ditemukan dan dikebumikan,” katanya sambil mengusap air mata yang tak sempat jatuh.

Yudhi sudah menganggap Andi dan personel Seventeen layaknya saudara. Dari awal mereka satu sekolah. Kemudian lanjut nge-band. “Andi dan Seventeen itu partner kerja dan saudara. Siapa pun tidak bisa menggantikan itu,” tegasnya.

Sementara itu, korban tsunami asal Kulonprogo bertambah. Seorang asal Padukuhan Kisik, Banjararum, Kalibawang juga dikabarkan menjadi korban meninggal akibat tsunami di Tanjung Lesung. Identitas korban belakangan diketahui sebagai Very Riodo Sipayung, 38. “Dia peserta gathering di Tanjung Lesung. Begitu penuturan keluarga korban,” ungkap Dukuh Kisik Sigit Haryadi Selasa (25/12).

Paman korban, Siswanto, 50, mengungkapkan, jenazah Very ditemukan Minggu (23/12). Suami korban, Yeni Dwi Ariyanto, 40, juga menjadi korban tsunami. Dia bahkan ikut terbawa ombak, namun selamat. Yeni mengalami patah tulang rusuk. Sementara seorang dari ketiga anak korban, Xean Gilbert Pradita,6, sampai saat ini belum ditemukan. Sedangkan dua lainnya, Samuel Gibran Savares dan Mahesa Dwi Pradita, selamat dengan luka memar di kepala.

Selain Very, korban meninggal asal Kulonprogo adalah Isti Widiasih. Warga Seworan, Triharjo, Wates itu tergulung tsunami bersama anak, menantu, dan tiga cucunya. Selain Isti, semuanya selamat dengan luka-luka. (ega/tom/yog/fn)

Jogja Utama