Menjaga kesehatan yang baik selama kehamilan tidak hanya memperhatikan berat badan dan mengonsumsi vitamin. Melainkan juga harus mengelola tekanan darah dan kadar kolesterol. Sebab, kehamilan kembar dan usia ibu hamil yang tua turut berkontribusi pada peningkatan jenis hipertensi tertentu selama kehamilan.

Tekanan darah adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seberapa banyak tekanan atau kekuatan darah yang diletakkan di dinding pembuluh darah ketika jantung berdetak. Sedangkan hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan lebih besar dari 140/90 mm Hg. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kejadian penyakit jantung dan gagal jantung. Juga masalah stroke dan ginjal.

Ada tiga bentuk hipertensi selama kehamilan yang harus diketahui wanita. Pertama, preeklampsia. Ini adalah bentuk hipertensi yang paling serius selama kehamilan. Satu-satunya cara untuk mengendalikan kondisi ini adalah dengan melahirkan janin. Sebab, preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi, termasuk kematian ibu dan atau bayi. Preeklamsia biasanya terjadi setelah 20 minggu.

Kedua, hipertensi gestasional. Bentuk hipertensi ini hanya terjadi selama kehamilan. Biasanya bukan masalah bagi ibu setelah melahirkan. Hipertensi gestasional bisa muncul menjelang akhir kehamilan.

Ketiga, hipertensi kronis. Bentuk hipertensi ini berkembang sebelum kehamilan. Atau pada tahap awal kehamilan (sebelum usia kehamilan 20 minggu).

Faktor risiko tertentu untuk terjadinya hipertensi tidak dapat diubah. Seperti faktor usia atau ras. Sebagai contoh, wanita yang lebih tua dari 40 atau lebih muda dari 20 memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi selama kehamilan. Hal yang sama berlaku untuk wanita Afrika-Amerika.

Faktor risiko lain adalah kelebihan berat badan, tidak pernah berolahraga, pola makan yang buruk, dan kehamilan lebih dari tiga. Serta memiliki penyakit kronis sebelum hamil seperti diabetes atau lupus. Tekanan darah tinggi sebelum kehamilan serta pernah mengalami preeklampsia atau hipertensi selama kehamilan sebelumnya juga menjadi faktor.

Kendati begitu, hipertensi kehamilan bisa dicegah. Caranya adalah mengetahui tingkat tekanan darah sebelum hamil. Buat janji untuk pemeriksaan dengan dokter perawatan primer atau dokter obgyn Anda. Hasil pemeriksaan terhadap tekanan darah harus dicatat. Atau bisa juga Anda mampir ke pameran kesehatan untuk evaluasi gratis. Bisa juga memeriksa tekanan daerah di apotek atau puskesmas.

Upaya lain untuk mencegah hipertensi kehamilan adalah menjauhi kebiasaan mengonsumsi garam. Asupan garam yang tinggi atau sodium dapat meningkatkan tekanan darah. Jika Anda biasanya menaburkan garam di setiap hidangan, sekarang adalah waktu untuk menghentikan kebiasaan itu. Kebanyakan orang dewasa harus menjaga asupan garam hingga satu sendok teh per hari. Itu termasuk natrium yang tersembunyi dalam makanan olahan.

Upaya pencegahan lain adalah turun dari sofa. Bangun dan bergerak sebelum Anda hamil. Jika Anda sudah hamil, tanyakan dokter Anda tentang memulai program olahraga teratur. Sebab, wanita yang tidak aktif cenderung menambah berat badan. Ini dapat meningkatkan risiko hipertensi selama kehamilan. Mulailah kehamilan Anda dengan berat badan yang sehat.

Berikutnya, perhatikan obat-obatan. Pastikan Anda tidak minum obat yang dapat meningkatkan tingkat tekanan darah. Tanyakan kepada dokter Anda untuk melihat obat yang aman. Anda mungkin tidak menyadari bahwa popping decongestant, seperti pseudoephedrine yang terdapat pada obat pilek dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Pikirkan dua kali untuk menggunakan obat apa pun kecuali dokter Anda menyetujui.

Jika Anda sudah memiliki tekanan darah tinggi, bicarakan dengan dokter tentang penggunaan obat sebelum dan selama kehamilan. Sangat penting untuk mengontrol tekanan darah dan stabil sebelum hamil. Karena sembilan bulan bukan waktu terbaik untuk mencoba obat baru atau tambahan. Bekerja samalah dengan dokter Anda untuk memastikan bahwa Anda meminum obat yang aman untuk dilanjutkan selama kehamilan.

Upaya pencegahan lain adalah melakukan pemeriksaan ANC (antenatal care) secara rutin. Jika tekanan darah Anda mulai meningkat selama kehamilan, Anda dapat mengetahuinya lebih awal. Pastikan untuk menyimpan semua janji. Pertimbangkan untuk membeli monitor tekanan darah rumah untuk memeriksa tekanan darah Anda lebih sering.

Terakhir, jangan merokok atau minum alkohol. Tembakau dan alkohol tidak aman untuk bayi yang belum lahir. Tembakau dan alkohol juga tidak akan membantu tekanan darah Anda.

Meskipun harus waspada dengan kesehatan Anda dan kesehatan bayi, ingatlah untuk menikmati waktu istimewa ini. Mengambil berbagai tindakan pencegahan ini dapat mencegah hipertensi selama kehamilan. (*/zam/rg/mo2)

Jogja Utama