Depresi, Kaminem Tujuh Kali Berupaya Bunuh Diri

SLEMAN – Depresi menahun membuat Kaminem , 51, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tepatnya di bawah jembatan Dusun Ganggong, Bangunkerto, Turi. Jasad Kaminem ditemukan warga setempat kemarin (21/8) sekitar pukul 07.30. Warga Dusun Soko Tegal, Merdikorejo, Tempel dilaporkan hilang dari rumahnya Senin (20/8) malam. Kapolsek Turi AKP Catur Widodo mengatakan, sebelumnya pelaku telah melakukan enam kali percobaan bunuh diri. Setidaknya itu yang diketahui keluarga Kaminem. Seperti menceburkan diri ke dalam sumur sebanyak dua kali. Pernah pula membakar diri setelah mengguyur badannya dengan bensin. Pada akhirnya hal yang dikhawatirkan keluarganya pun terjadi. Kaminem tewas menggantung. “Keluarga Kaminem tidak menghendaki otopsi,” ujar Catur.

Usai diperiksa jasad Kaminem dikembalikan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Catur memastikan, kasus tewasnya Kaminem murni bunuh diri. Salah satu indikasinya karena tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh perempuan paro baya itu. Diperkuat hasil pemeriksaan tim kesehatan Urkes Polres Sleman yang mendapati adanya kotoran keluar keluar dari dubur jasad Kaminem. Juga adanya bekas jeratan leher dan keluarnya darah dari kedua telinga. Di tempat kejadian perkara (TKP) polisi mendapati seutas tali tambang plastik warna kuning sepanjang 2,5 meter. Tali inilah yang dipakai Kaminem untuk mengakhiri nyawanya.

Melihat fenomena itu Catur mengimbau masyarakat untuk saling perhatian dengan anggota keluarga.
Khususnya untuk menghindari terjadinya tindakan negatif seseorang yang berawal dari depresi. Setidaknya dengan komunikasi secara intens. Untuk mengurangi beban pikiran anggota keluarga yang depresi. Warga juga bisa memanfaatkan layanan konseling di setiap puskesmas atau rumah sakit. Ini demi mendapatkan solusi atas permasalahan diri maupun keluarga.
“Tetangga kanan kiri juga harus peduli,” pintanya.

Catur menuturkan, depresi bisa jadi berawal dari kurangnya komunikasi internal keluarga. Permasalahan dipendam sendiri, sehingga berubah menjadi beban. (dwi/yog/mg1)

Jogja Utama