JOGJA – Bus wisata tingkat Do-mapan yang diujicobakan dari Taman Pintar mengelilingi kawa-san Malioboro, disambut antu-sias. Tapi banyak pengunjung yang harus kecewa karena selama uji coba bus hanya berputar sekali dalam sehari. Mereka berharap setelah ini bus Doma-pan bisa berjalan reguler.

Ifa, salah satunya. Wisatawan asal Medan, Sumatera Utara, itu harus gigit jari karena gagal na-ik bus Domapan. Kapasitas bus hanya 25 orang, 12 orang di bawah dan 13 orang di atas.

Padahal Sabtu (23/6) meru-pakan hari terakhir uji coba bus yang diberikan salah satu pro-vider telekomunikasi saat ulang tahun ke-258 Kota Jogja pada 2015 lalu.

”Ya, sayang kalau sekali seha-ri. Harusnya bisa reguler tiap jam mungkin,” ujarnya. Bagi dia, bus wisata bertingkat merupakan pengalaman baru yang patut dicoba. Apalagi di daerahnya di Medan belum ada armada seperti itu.

Tapi Ifa mengaku cukup puas, meski tidak bisa naik bus Doma-pan, dengan berwisata edukasi di Taman Pintar. ”Di Medan belum ada yang seperti ini, paling setahun sekali Medan Fair,” ungkapnya.

Jika Ifa gagal mencoba naik bus Domapan, wisatawan lokal Mus-tafa kemarin akhirnya berhasil mendapat kesempatan naik. Menurut warga Ketandan, Jog-ja, ini setelah Lebaran lalu sem-pat datang ke Taman Pintar tapi gagal naik karena sudah penuh. ”Naiknya gratis, tapi ini tadi sy-aratnya menunjukkan tiket ma-suk Taman Pintar,” ujarnya.

Pekerja di rutan Wirogunan itu kemarin mencoba dengan duduk di lantai atas. Hasilnya Musto-fa mengaku cukup senang, hanya atap yang terbuat dari plastik dirasa mengganggu. Bagi orang dewasa ketika di atas harus me-nunduk karena atap yang rendah. Hal itu juga dinilainya mengurangi kenyamanan saat berfoto. ”Kalau mau dibuat permanen sekalian, atapnya yang tinggi,” sarannya

Selain itu Mustofa juga meny-arankan agar bus Domapan bisa beroperasi lebih pagi dan jadwal kelilingnya ditambah. Termasuk rutenya. Ia menilai berkeliling kawasan Malioboro sudah men-arik, hanya durasi waktunya yang dinilai kurang panjang. ”Kalau bisa berputar lebih lama mungkin lebih asyik,” ujarnya.

Dalam uji coba hari terakhir, bus Domapan relatif tidak menemui kendala kemacetan. Berangkat dari Taman Pintar se-kitar pukul 10.05, pada pukul 10.20 bus sudah kembali. Rutenya Jalan Suryotomo, Jalan Mataram, Jalan Malioboro, Jalan Margo Mulyo, Jalan Senopati dan kembali ke Taman Pintar. ”Normalnya memang 15-20 menit, tapi saat jalanan ma-cet kemarin bisa di atas 30 menit,” ujar salah seorang petugas.

Kepala Bidang Taman Pintar Dinas Pariwisata Kota Jogja Afia Rosdiana mengaku selama uji coba bus Domapan ini meneri-ma banyak masukan dari pengunjung. Termasuk keluhan karena gagal naik bus.

Menurut dia, semua kritik dan saran tersebut akan menjadi bahan pertimbangan. ”Semua masukan dan kritikan kita tam-pung untuk evaluasi. Saat ini bus Domapan masih tahap uji coba,” terangnya.

Afia juga menyebut selama libur Lebaran ini pengunjung ke Taman Pintar mengalami kenaikan hinga sekitar 7.000 orang per hari. Pa-dahal pada hari biasa rata-rata sekitar 3.000 orang per hari. Me-ningkatnya jumlah kunjungan tersebut juga dipengaruhi per-panjangan waktu operasional Taman Pintar hingga pukul 21.00.

Meski diakui untuk pengunjung malam belum begitu banyak, kare-na dibatasi hanya sampai area playground. ”Yang malam masih seratusan orang. Tapi tidak apa-apa, sesuai komitmen akan kami laya-ni semua,” katanya. (pra/laz/ong)

Jogja Utama