KETAT BANGET. Kata itu tepat untuk menggambarkan proses hitung cepat suara Pilwali Kota Jogja 2017 yang dilakukan oleh masing-masing tim pemenangan paslon. Dua tim pemenangan paslon masing-masing mengklaim memenangi Pilwali Kota Jogja, dengan suara yang sangat tipis.

Dari data tim Pemenangan Paslon Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi (HS-HP) di posko Omah Putih, berdasarkan data pukul 17.55 dari sekitar 98 persen data TPS yang sudah masuk, hanya unggul 1.394 suara.

Paslon HS-HP memperoleh suara 99.133 atau 50,35 persen, sedang Paslon Imam Priyono dan Achmad Fadli (IP-Fadli) memperoleh 97.739 suara atau 49,65 persen.

HS sendiri mengatakan, data tersebut belum final dan merupakan perhitungan suara versi tim paslon HS-HP. “Data ini bukan rilis resmi dari tim paslon HS-HP, tapi sebagai dokumentasi kami sambil menunggu perhitungan resmi dari KPU,” ujar HS ditemui kemarin sore.

Oleh karena itu, HS mengimbau pada semua tim, relawan maupun simpatisan untuk bersabar dan menunggu perhitungan resmi KPU Kota Jogja.

HS meminta kepada siapapun untuk tidak perlu berlebihan menyikapi data sementara tersebut. Hal itu untuk menjaga kondusifitas Kota Jogja dan tidak mengganggu masyarakat lainnya.

Dia pun kembali mengatakan supaya mengikuti pepatah Jawa menang ora umuk, kalah ora ngamuk. “Tenang saja tidak perlu berlebihan, kami hargai semua pilihan warga Kota Jogja,” ujarnya.

Karena proses perhitungan masih berlangsung, HS juga meminta doa supaya tren kemenangan tersebut berlanjut. Termasuk dalam proses rekapitulasi di kecamatan maupun di tingkat Kota Jogja, tim paslon HS-HP diminta terus mengawalnya.

“Seperti sudah saya katakan kemarin, kami istiqamah, kami serahkan semuanya kepada Allah,” ujarnya.

Di TPS 15 Muja Muju, Umbulharjo tempat HS, istri, dan putrinya mencoblos, paslon nomor urut dua ini memimpin dengan memperoleh suara 140 suara. Unggul 65 suara dari IP-Fadli yang memperoleh 75 suara.

Sedangkan HP menyampaikan apresiasinya pada warga Kota Jogja yang menggunakan hak pilihnya hingga 66 persen lebih. HP menyatakan terima kasih pada paslon IP-Fadli beserta tim pendukungnya yang sudah membuat Pilwali Kota Jogja berjalan baik.

“Kami tetap menunggu hasil akhir dari KPU, meski dari perhitungan kami unggul,” ungkap Ketua DPD PAN Kota Jogja itu.

Pernyataan lebih optimistis justru disuarakan oleh Wakil Ketua DPP PAN Hanafi Rais. Menurut dia, dengan data TPS yang sudah masuk lebih dari 90 persen, secara hitungan manusia normal, tidak akan berubah.

Terlebih tim paslon HS-HP sudah mengirimkan satu saksi dan satu relawan di tiap TPS. “Insyaallah HS akan menang untuk periode kedua, dengan wakilnya yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, kubu paslon nomor urut satu IP-Fadli juga mengklaim keunggulan dalam perolehan suara dalam Pilwali 2017 Jogja. Klaim keunggulan perolehan suara atas pasangan nomor urut dua yakni 51,75 persen berbanding 48,25 persen. Itu berdasarkan data yang diperoleh tim pemenangan IP-Fadli pukul 20.45.

“Kami menggunakan metode SMS dengan margin error 2,5 persen,” kata Ketua Tim Sukses IP-Fadli, Danang Widyatmoko, dalam keterangan pers di Kantor DPC PDI Perjuangan tadi malam (15/2).

Danang mengklaim, kemenangan kubunya atas pasangan HS-HP didasarkan pada perolehan angka jumlah pemilih sebanyak 101.165 suara. Sementara paslon nomor urut dua meraih 94.323, sehingga selisih suara antar kedua paslon sebanyak 6.842 suara.

“Kami menang di sembilan kecamatan dari 14 kecamatan,” klaim Danang.

Meski mengklaim kemenangan, Ketua DPC PDIP ini menyebut hasil itu masih belum final sampai dengan pleno. Sehingga, pihaknya masih belum menyatakan kemenangan resmi.

“Ini kan masih laporan saksi-saksi melalui SMS, masih ada simpangannya,” katanya.

Terkait saling klaim antarpaslon, Danang mengatakan, hal itu terkait beberapa hal. Salah satunya formulir C1. Karena itu, pihaknya akan menghitung ulang C1 yang didapat sekaligus sebagai bekal dalam perhitungan di tingkat kecamatan.

Danang mengimbau kepada basis massa pemilih, untuk tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang merugikan. Kondusifitas harus benar-benar dijaga hingga proses perhitungan suara benar-benar selesai.

“Tidak perlu ada euforia yang berlebihan,” jelasnya.

Perbedaan perhitungan suara antara tim paslon IP-Fadli dan HS-HP akan terjawab dari rekapitulasi resmi dari KPU Kota Jogja. Supaya tidak bingung, masyarakat diminta menunggu hasil rekapitulasi yang akan dilaksanakan berjenjang.

“Perhitungan mulai dari TPS. Besok (hari ini) proses rekapitulasi di PPK. Pada 22-24 Februari rekapitulasi di KPU Kota Jogja,” ujar Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto ketika dihubungi, kemarin (15/2).

Diakuinya, KPU Kota Jogja memang tidak melakukan quick count maupun real count, tapi formulir C1 akan diunggah ke website KPU RI untuk transparansi. Ditargetkan semua formulir C1 dari TPS selesai diunggah hari ini.

“C1 ini kami scanning, kemudian diunggah ke website KPU Pusat. Jadi masyarakat bisa melihat hasilnya,” tandasnya.

Kalah di TPS Sendiri, Zuhadmono Azhari Legowo

Proses pemungutan suara pemilihan bupati dan wakil bupati (Pilbub) Kulonprogo 2017 sudah dilaksanakan. Berdasarkan hasil hitung cepat di rumah pemenangan Hasto Wardoyo, paslon nomor urut dua ini berhasil unggul dengan perolehan suara 86.12 persen. Sementara pasangan nomor urut satu Zuhadmono Azhari-BRAy Iriani Pramastuti meraih 13.88 persen. Kendati baru hasil hitung cepat, Hasto sudah dibanjiri ucapan selamat.

“Kami memang melakukan hitung cepat dan hasilnya memang masih sementara. Hasilnya 86, 12 persen, kami tentu bersyukur,” ungkap Hasto saat ditemui di rumahnya di Klepu, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, yang sekaligus dijadikan rumah pemenangannya, tadi malam (15/2).
Dia menambahkan, pihaknya tetap akan menunggu pleno hasil rekapitulasi dan penetapan KPU Kulonprogo. Menurutnya, jika hasil hitung cepat dengan hasil rekapitulasi KPU itu sama atau tidak jauh meleset, maka bisa diartikan ekspektasi para pemilih (pendukung) cukup tinggi. Hal itu, lanjutnya, akan menjadi pekerjaan yang tidak ringan.

“Kalau tadi angka 86,12 itu di luar ekspektasi saya, maka dengan perolehan ini saya harus memenuhi ekspektasi warga,” tandasnya.

Sementara itu, pil pahit harus ditelan Calon Bupati Kulonprogo nomor urut satu Zuhadmono Azhari. Dia kalah di kandang sendiri yakni di TPS 7 Jogoyudan, Kelurahan/Kecamatan Wates. “Paslon nomor urut satu memperoleh 52 suara, paslon urut dua mendapat dukungan 135 suara, suara tidak sah dua,” ucap Ketua KPPS TPS 7 Jogoyudan Wagiyarmantho kemarin.
Melihat hasil perhitungan cepat, Zuhadmono Azhari menyatakan legowo jika harus menerima kekalahan.

“Ya nanti kalau sudah ditetapkan kami akan mengucapkan selamat, dengan hasil ini saya menilai memang sangat jauh dari proyeksi awal. Ya saya kira perlu kami evaluasi, apa penyebabnya hingga sampai seperti ini,” katanya.

Menurutnya, unggulnya Hasto-Tedjo karena merupakan incumbent atau petahana. Disamping itu, mereka memiliki koalisi parpol pengusung yang besar.

“Jika hasil secara global kami memang kalah. Melawan incumbent yang banyak prestasi, ya saya ucapkan selamat bekerja, mengemban amanah. Semoga Kulonprogo tambah maju,” ujarnya.
Tim sukses (timses) paslon Zuhadmono-Iriani, Yusron Martofa menambahkan, hitung cepat adalah gambaran sementara. Meski begitu, dia mengakui, jika hasilnya kemungkinan akan sama dengan hasil hitung manual.

“Secara pribadi sebagai ketua timses, saya mengucapkan selamat kepada paslon nomor urut dua yang menghasilkan suara terbanyak. Proses demokrasi harus dijunjung tinggi, tentu masyarakat akan mendukung calon bupati terpilih. Ya, kami legowo dengan hasil yang ada,” ucapnya pasrah. (pra/bhn/tom)

Jogja Utama