Sekretaris BPBD DIJ Heru Suroso menambahkan, izin baliho ada di pemerintah kabupaten dan kota. Menurutnya, izin selayaknya diberikan dengan persyaratan teknis yang aman dan tidak membahayakan masyarakat. Termasuk memperhitungkan kekuatan tiang penyangga jika terjadi angin kencang. “Karena sekarang cuaca ekstrem. Kalau itu bisa diantisipasi saya kira tidak akan terjadi seperti kemarin (Senin,19/12),”paparnya.

Sementara itu, Koordinator Stasiun Klimatologi BMKG DIJ Joko Budiyono mengatakan, potensi angin kencang masih akan muncul hingga dua tiga hari ke depan.Dengan maksimal 20 hingga 25 note. “Jadi masyarakat harus waspada,”imbaunya.

Dikatakan, angin kencang beberapa hari terakhir disebabkan adanya tekanan udara berskala rendah di Samudera Hindia dan Pesisir Jawa. Namun, jika gangguan tersebut sudah normal, hujan akan kembali seperti semula. Karena saat ini masih masuk musim penghujan. Puncaknya sekitar Februari 2017.

“Warga yang memiliki pohon-pohon tinggi lebih baik dipangkas. Baliho dan atap rumah yang rapuh diperbaiki segera,” pinta Joko dalam upaya meminimalisasi dampak angin kencang.

Jogja Utama