MAGELANG – Penyelidikan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di Toko Emas Kidang, Jalan Mataram, Kompleks Pasar Rejowinangun, Magelang, Jawa Tengah belum menunjukkan perkembangan signifikan. Minimnya alat bukti dan informasi menyulitkan pihak kepolisian mengungkap perkara tersebut. Penyidik masih mendalami keterangan enam saksi dan pemeriksaan barang bukti.

“Tak ada kamera CCTV. Ini cukup menyulitkan aparat dalam penyelidikan,” kata Kasubag Humas Polres Magelang Kota AKP Esti Wardani kemarin (22/7).

Selain memeriksa karyawan dan pemilik toko, polisi juga meminta keterangan tiga petugas keamanan pasar terbesar di eks Karisidenan Kedu tersebut. Selain keterangan saksi, polisi harus memutar otak guna memburu pelaku hanya berdasarkan beberapa barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP). Diantaranya,
tabung gas 3 kilogram, gembok, kaos tangan putih berlapis karet, handuk kecil, dan 2 tempat perhiasan sepanjang 42 cm dan lebar 28 cm yang terbakar sebagian. Juga empat lembar baja hitam yang panjangnya variatif. “Brangkas tidak kami bawa karena ukurannya cukup besar,” lanjut Esti mewakili Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto.

Informasi tentang kerugian korban juga mulai menunjukkan kepastian. Esti mengatakan, sesuai penuturan korban, perhiasan yang hilang berupa 16 kalung, 440 liontin, 34 gelang, 213 anting, 16 cincin, dan 421 subang.

Berat total sekitar 3-4 kilogram senilai lebih kurang Rp 1,29 miliar.

Guna memudahkan penyelidikan atas perkara serupa, Esti mengimbau pengelola pasar memasang kamera CCTV di tiap sudut yang mudah terpantau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Magelang Joko Budiono mengelak bahwa kejadian yang menimpa Toko Emas Kidang sebagai tanggung jawab lembaganya. Alasannya, TKP berada di luar pasar. Meskipun area itu masih dalam pantauan DPP.

“Di dalam area pasar sebenarnya sudah terpasag 36 CCTV. Tapi memang tak ada yang mengarah ke luar pasar,” katanya.

Karena alasan itu, Joko mengaku tak bisa banyak membantu polisi mengungkap kasus tersebut. Kendati demikian, dia berjanji menambah jumlah CCTV di luar pasar.(nia/yog/ong)

Jogja Utama