GUNUNGKIDUL – Tidak mematuhi larangan bermain dan mandi di laut, turis tewas digulung ombak. Warga Bareng Lor, Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah, Supriyadi, 32, ditemukan tewas beberapa jam setelah korban bermain air di Baron, Kemadang, Tanjungsari (17/4).

Awalnya, korban bersama delapan orang temannya berenang di laut. Waktu itu sekitar jam 14.00, air laut sedang pasang dan keruh. Korban tak sadar terbawa ke tengah laut.

Tiba-tiba muncul ombak besar dan menyeret tubuh pelancong tersebut. Dalam hitungan detik tubuh korban lenyap. Rekannya berteriak histeris dan meminta tolong.

Memakai perahu jukung, regu penyelamat berenang, menyisir sekitar pantai Baron mencari korban. Namun, korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

“Korban ditemukan sekitar pukul 15.00. Muncul ke permukaan terbawa ombak,” kata Koordinator SAR wilayah II, Marjono.

Setelah diperiksa tim medis, jenazah diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa pulang. Mulyono mengimbau pengunjung berhati-hati saat wisata di pantai selatan.

“Tolong, imbauan kami melalui pengeras suara dihiraukan sehingga dapat meminimalisasi jatuhnya korban,” ujar Mulyono.

Sementara itu Sekretaris SAR Wilayah II, Surisdiyanto mengatakan, kondisi ombak pada saat kejadian memang cukup besar. Selain itu, air sungai bawah tanah juga sangat keruh sehingga anggota SAR sendikit mengalami kesulitan mencari korban.

“Sudah cukup banyak korban nyawa akibat tergulung ombak. Selalu juga kami tidak henti mengingatkan. Tolong jaga keselamatan,” kata Surisdiyanto.(gun/iwa)

Gunungkidul