Setiaky/Radar Jogja
HUT TNI AU: Ziarah ke makam Laksda Adisutjipto dan Abdurachman Saleh dalam rangka HUT ke-70 TNI AU di Monumen Perjuangan TNI AU, Ngoto, Bantul.
BANTUL – Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan HUT TNI AU di Lanud Adisutjipto selalu diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan. Selain pekan olahraga antar satuan, juga ziarah ke makam perintis TNI AU yakni Laksda Adisutjipto dan makam Abdurachman Saleh di Monumen Perjuangan TNI AU, Ngoto, Bantul.

Danlanud Adisutjipto Marma TNI Imran Baidirus menyampaikan, Lanud Adisutjipto pada pada tahun ini juga memberangkatkan anggotanya untuk memeriahkan HUT ke-70 TNI AU di Jakarta yaitu The Jupiter dan Tim Grob. “Kami mengirim 8 pesawat KT-01 Wong Bee dan 18 pesawat Grob G120TP, Jupiter Aerobatic Team yang diawaki 6 pilot dan 27 pilot Tim Grob,” terangnya kemarin.

Sementara Kasi Binjas Letkol Kes Lalu Hadi menyampaikan bahwa dalam rangka HUT TNI AU juga diselenggarakan Pekan Olah Raga antarsatuan. Beberapa cabang olah raga yang dipertandingkan, antara lain, bola voli, tenis meja, bulu tangkis, tenis lapangan, menembak, renang militer, cross country dan sepak bola.

“Selain mempererat hubungan antarpersonel, juga dapat dijadikan sebagai sarana penyaluran hobi dan bakat. Sekaligus untuk memupuk soliditas dan sportivitas serta sebagai sarana hiburan,” imbuhnya
Kasi Bintal Lanud Adisutjipto Mayor Sus Slamet Budiyono menjelaskan, dalam kegiatan ziarah dimaksudkan untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan dan perintis TNI AU. Prosesi ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan penempatan karangan bunga oleh pimpinan ziarah.

Kadispers Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb. Dedy Susanto menjelaskan, sebelum tahun 2000, makam Adisutjipto maupun Abdulracman Saleh terletak terpisah, yaitu di tempat Pemakaman Umum Kuncen I dan Kuncen II. Namun sebagai bentuk perhatian TNI AU atas jasa-jasa mereka, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hanafie Asnan memindahkan kedua makam tersebut dalam satu lokasi.

Dipilihnya Desa Ngoto, selain karena pertimbangan sejarah di tempat itu juga terletak monumen milik TNI AU. “Pada 13 Juli 2000 makam kedua Pahlawan Nasional itu dipindah dan disandingkan di lokasi monumen, yang kemudian dikenal dengan nama Monumen Perjuangan TNI AU,” terangnya.

Ziarah diikuti 200 personel Lanud Adisutjipto baik militer maupun PNS, termasuk purnawirawan TNI AU, siswa Sekolah Penerbang TNI AU, siswa Sekolah Penerbang PSDP TNI dan Ibu-ibu PIA Ardhya Garini.

Kapentak Mayor Sus Giyanto menjelaskan, TNI AU lahir pada 9 April 1946. Kelahiran TNI AU bermula dari BKR Oedara (BKRO). Kemudian pada 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara keamanan Rakyat (TKR) Jawatan Penerbangan dibawah Komando Udara R Soejadi Soerjadarma, yang bermarkas di Jalan Terban Taman No 1 Jogjakarta.

Pada 24 Januari 1946, Presiden Soekarno mendekritkan kembali perubahan TKR menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). “Kemudian TRI AU ditetapkan tersendiri melalui Penetapan Pemerintah No 6/SD tanggal 9 April 1946 dengan R. Soerjadi Soerjadarma sebagai Kepala Staf TRI AU. Tanggal 9 April kemudian diperingati sebagai hari lahirnya TNI AU,” katanya. (riz/laz)

Jogja Utama