Dukung Interkoneksi Bandara Baru, Tingkatkan Status Dua Stasiun Kereta Api
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 6 Jogjakarta segera menata dua stasiun yang ada di Kota Jogja. Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan akan diubah menjadi stasiun bertaraf internasional. Dua stasiun ini diharapkan dapat mendukung interkoneksi ke bandara baru di Temon, Kulonprogo.

HERU PRATOMO, Jogja
Executive Vice President PT KAI Daop 6 Jogjakarta Hendy Helmi mengatakan, perbaikan pada dua stasiun itu sudah diperlukan, mengingat kondisi stasiun yang tidak layak lagi. Terutama untuk menyambut ledakan jumlah penumpang, seiring dioperasikannya interkoneksi bandara.

“Ya, kita bisa lihat sendiri sekarang. Stasiun Tugu dan Lempuyangan kurang layak untuk menyambut wisatawan,” ungkap Hendy seusai bertemu Gubernur Hamengku Buwono X di Kepatihan, kemarin (7/4).

Menurut Hendy, untuk Stasiun Lempuyangan dalam desainnya akan diubah bentuk mukanya. Jika saat ini menghadap selatan, maka nantinya akan diubah menghadap utara atau menghadap Stadion Kridosono.

Hendy menjelaskan, pemidahan itu karena luas lahan di utara yang lebih lebar dibandingkan di selatan. “Kalau di selatan kan sudah mepet dengan jalan,” ujarnya.

Untuk itu, PT KAI juga harus membebaskan beberapa lahan di utara Stasiun Lempuyangan, yang saat ini digunakan sebagai gudang. Dalam desainnya, gudang-gudang itu akan dipindah ke Stasiun Kalasan.

Hendy menambahkan, pemindahan gudang ke Kalasan juga sesuai harapan Gubernur HB X agar tidak ada kendaraan besar masuk Kota Jogja. Tetapi untuk pembebesan lahan itu, PT KAI Daop 6 Jogja menunggu izin dari Keraton Jogja karena sebagian lahan merupakan Sultan Ground (SG).

Sementara untuk Stasiun Tugu, menurut Hendy, akan diubah menjadi stasiun internasional. Seperti menjadi stasiun check in bandara. Lokasi stasiun check in sendiri direncanakan berada di sisi utara Stasiun Tugu saat ini.

Sama halnya dengan di Stasiun Lempuyangan, perluasan di Stasiun Tugu juga harus menertibkan beberapa bangunan. “Karena merupakan tanah Keraton, kami minta izin ke Keraton untuk menertibkan,” ujarnya.

Desain di Stasiun Tugu, nantinya akan dibangun kompleks perkantoran komersial dan hotel transit bagi penumpang kereta api. Saat ini PT KAI Daop 6 Jogja tinggal menunggu izin dari Keraton Jogja serta desain pembangunan.

Untuk pendanaan, jelas Hendy, sudah disediakan oleh PT KAI. “Selesai izin dan desain, segera dilaksanakan karena pendanaan sudah ada dari PT KAI,” ungkapnya.

Gubernur HB X sendiri mengaku tidak ada masalah dengan rencana renovasi Stasiun Tugu dan Lempuyangan. Termasuk akan memanfaatkan SG. Menurut bapak lima puteri yang juga Raja Keraton Jogja ini, sambil menunggu verifikasi hak guna bangunan (HGB) dari Keraton, proses penertiban sudah bisa dimulai. “Kalau bisa dibentuk tim, supaya bisa kerja sama dengan Kota Jogja, karena wewenang wilayah kan Kota,” tutur gubernur. (laz/ong)

Boks