JOGJA – Kurang dari setahun coblosan penentuan wali kota dalam Pilwali 2017, partai-partai politik sudah mulai menjaring bakal calon. Partai Golkar yang selama ini lebih berkutat di konflik internal, justru lebih maju dari partai politik (parpol) lain.

Partai yang berdiri di zaman orde baru itu telah resmi mengusulkan sembilan nama untuk mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Golkar. Dari nama-nama itu, nama Haryadi Suyuti dan Arif Noor Hartanto atau akrab disapa Inung masuk dalam daftar. Juga dua adik Raja Sultan Hamengku Bawono Ka 10, GBPH Yudhaningrat dan GBPH Hadiwinoto.

“Ada nama lain Suhartono, Najib M Saleh, Rahmad Pribadi, Achmad Fadly, dan Edy Purwoko,” ujar Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Diklat DPD Golkar Kota Jogja Syahril Mahmud di kantornya, kemarin (4/4).

Dia mengungkapkan, sembilan nama yang akan diserahkan ke DPD Golkar DIJ Rabu (6/4) besok itu tak memilah wali kota dan wakil wali kota. Begitu pula di DPD Golkar DIJ yang akan mengerucutkan tiga nama minimal dan lima nama maksimal.

“Yang diusulkan ke DPP tidak pasangan. Tapi nama-nama. Jadi, bisa saja nanti mengerucut (rekomendasi DPP) misalnya menjadi pasangan pak Haryadi dan Inung,” kelakar dosen Universitas Janabadra ini.

Soal pasangan wali kota dan wakil wali kota, kata Syahril, semuanya tergantung dari DPP. Sebab, nantinya DPP juga yang akan menentukan namanya. “Pemberian rekomendasi berdasarkan dari survei elektabilitas. Siapa yang tertinggi, itu yang mendapatkan rekomendasi,” jelasnya.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Jogja R Artiyadi menjelaskan, sesuai petunjuk pelaksanaan (juklak) DPP Partai Golkar bernomor Juklak-1/DPP/Gplkar/II/2015 tentang penetapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, diberikan keleluasaan kepada DPD. Mereka bisa menjaring secara terbuka dengan pendaftaran atau tertutup di internal. “Kami memilih untuk tertutup,” lanjutnya.

Kemunculan sembilan nama itu, kata dia, berdasarkan masukan dari pengurus tingkat kecamatan. Juga organisasi sayap dari partai beringin tersebut. “Masing-masing memberikan dua nama ke DPD Kota Jogja,” tandasnya.

Kemunculan nama HS dan Inung ini memang bisa seperti puzzle. Apalagi jika melihat kekuatan parpol di DPRD Kota Jogja. Dari delapan parpol peraih kursi, hanya PDI Perjuangan yang bisa mengusung sendiri. Peraih 15 kursi itu, kini telah memiliki bakal calon wali kota yakni Imam Priyono.

Sementara parpol lain harus berkoalisi. Ini untuk memenuhi syarat minimal 20 persen dari raihan kursi di DPRD Kota Jogja. Soal peluang koalisi ini, dua parpol yang telah menerima HS yakni Partai Golkar dan Gerindra. Meski di Gerindra, HS menegaskan baru mengambil formulir. “Belum saya kembalikan. Masih mengambil formulir,” katanya.

Sedangkan PAN sampai sekarang masih belum mengeluarkan nama. Mekanisme internal penjaringan akan diputuskan di rapat kerja daerah (Rakerda) yang berlangsung pada Mei mendatang. “Itu baru usulan nama dari DPD Kota Jogja,” tambah Ketua DPW PAN DIJ Nazarudin. (eri/ila/ong)

Jogja Raya