DWI AGUS/RADAR JOGJA
AKO DAN AMOI: Pembekalan Hakka Ako Amoi Indonesia 2016 di Jogja City Mall. Pembekalan meliputi public speaking, kepribadian hingga pendekatan ke media massa.
JOGJA – Hakka Ako Amoi Indonesia 2016 disiapkan men-jadi duta bagi Indonesia. Nantinya finalis dari ajang pemilihan ini akan tampil di Hakka Amoi Dunia di Tiongkok, September men-datang. Selain menjadi wakil paguyuban Hakka Indonesia di dunia internasional, juga me-ngusung misi mengenalkan Indonesia di mata dunia.Pembekalan Hakka Ako Amoi Indonesia 2016 pun terus dilakukan. Bertempat di Jogja City Mall, pem-bekalan ini terdiri atas public speaking, kepribadian hingga pendekatan ke media massa. Selain itu juga pembekalan muatan lokal seperti seni budaya, baik nusantara maupun hakka
“Bisa membawa nama Indo-nesia di mata internasional dan membangun network dari ber-bagai aspek. Untuk Indonesia ini memang tahun pertama ke-terlibatan dalam Hakka Amoi Dunia. Amoi yang terpilih dalam Hakka Ako Amoi Indonesia nanti-nya menjadi duta bagi Indonesia,” kata Wakil Koordinator Hakka Ako Amoi Nasional Toni Herman saat ditemui di Lobi Sahid Rich Hotel, kemarin (25/3).Ia menambahkan Hakka Indonesia akan memberangkat-kan Hakka Amoi Indonesia 2016. Ini karena ajang internasional untuk saat ini hanya sebatas Amoi. Sedangkan untuk Hakka Ako belum berlangsung di tingkat Hakka Dunia.Hakka Indonesia, menurutnya, akan menjadi pemelopor di-selenggarakannya Hakka Ako Dunia. Melihat peran Ako juga sama pentingnya dengan Amoi yang terpilih dalam ajang Hakka tingkat dunia ini. Tentu saja perlu pendekatan dan pen jajagan kepada penyelenggara Hakka Dunia. “Indonesia membuat terobosan dengan pemilihan Ako. Ke depan kita mengusulkan kontes internasional, juga terbuka untuk Ako tidak hanya Amoi. Tak ter-tutup kemungkinan juga Indo-nesia bisa menjadi tuan rumah dari ajang ini,” ungkapnya.Penyelenggaraan Hakka Ako Amoi Indonesia 2016 sendiri berawal dari tidak ada wakil Indonesia di ajang internasional. Meski dalam beberapa tahun lalu sempat ada wakil, justru mewakili Singapura. Bahkan wakil ini meraih Best Talet untuk Hakka Amoi 2014.Ajang ini sendiri berlangsung dua tahunan di Meizhou, ibukota Komunitas Hakka Dunia. Event ini diadakan dengan tujuan memacu generasi muda me ngenal jati diri sebagai orang Hakka. Mulai dari sudut pandang seni, bahasa, kuliner dan budaya. “Sebagai orang Hakka, jati diri tentunya penting. Kita tidak ingin jati diri kita tergerus dan hilang. Bangga menjadi bangsa Indonesia dan tetap mempertahankan jati diri Hakka dalam diri. Khususnya para generasi muda Hakka di Indonesia,” kata Ketua Panitia Pelaksana Sugiarto.Seiring modernisasi, generasi muda Hakka Indonesia ada yang tidak tahu, tidak peduli akan jati dirinya sendiri sebagai seorang Hakka. Harapannya dengan pemilihan ini dapat menguatkan kembali jati diri. Bahkan men-jadi wakil Indonesia dalam Hakka Amoi Dunia di Meizhou, Tiongkok, September mendatang. “Seleksi ketat telah diberlakukan sebelumnya. Selanjutnya dari tanggal 23 – 27 akan menjalani karantina. Hingga pada akhir penyelenggaraan tanggal 27 dipilih Ako dan Amoi sebagai wakil Hakka Indonesia,” terangnya.Paguyuban Hakka Jogjakarta (PHJ) ditunjukkan sebagai pelak-sana kegiatan. Dalam ajang perdana ini, telah tersaring 90 peserta, dengan perincian 47 Amoi dan 43 Ako. Peserta tidak hanya berasal dari Jogja tapi juga Jakarta, Sema-rang, Surabaya, Bandung, Madiun, hingga luar pulau Jawa seperti Kalimantan Barat, Lampung dan Aceh. (dwi/laz/ong)

Jogja Utama