Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
JOGJA – Ribuan siswa SD di berbagai daerah kemarin (18/3) melakukan gosok gigi bersama. Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Dunia atau World Oral Health Day (WOHD) 20 Maret mendatang.

Di Kota Jogja, gosok gigi bersama dilakukan para siswa SD Masjid Syuhada di sekolah mereka, Kotabaru. Selain menunjang peningkatan kesehatan gigi dan mulut masyarakat dalam tingkat global, sekaligus mengajarkan perilaku hidup sehat itu kepada anak sejak dini.

Gosok gigi bersama ini diselenggarakan bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kota Jogja. Anak-anak SD itu terlihat senang dan bersemangat dalam membersihkan giginya dengan cara digosok memakai pasta.

Di Gunungkidul, ribuan siswa SD yang gosok gigi bareng dilaksanakan di Lapangan Pundungsari, Kecamatan Semin. Mereka melakukan aksi gosok gigi masal ini sekaligus untuk memecahkan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri).

Ketua panitia gosok gigi masal drg Agnes Arie Astuti mengatakan, kegiatan ini diawali dengan deklarasi melakukan sikat gigi sebanyak dua kali sehari dalam waktu 21 hari. Setelah itu siswa diberikan pemahaman mengenai tata cara menggosok gigi dengan baik dan benar.

“Kegiatan gosok gigi ini juga menjadi bagian dari pemecahan rekor Muri yang dilaksanakan secara nasional, sekaligus peringatan World Oral Health Day yang jatuh pada 20 Maret mendatang,” kata drg Agnes.

Dia menjelaskan, kegiatan ini diikuti 1.013 siswa SD di Kecamatan Semin. Gosok gigi masal sendiri dilaksanakan di dua lokasi, salah satunya lapangan Pundungsari. Untuk lapangan Pundungsari diikuti sekitar 800 siswa.

“Poin pentingnya, kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut. Terutama kalangan anak-anak untuk melakukan gosok gigi secara rutin masih sangat rendah. Hal itu terlihat dari banyaknya kasus gigi berlubang yang dialami anak-anak,” ujarnya.

Dia berharap, melalui kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran warga masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut. Dengan begitu, ke depan anak bangsa bisa menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan melaksanakan gosok gigi secara rutin dua kali sehari.

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Anggraini siap memaksimalkan pelayanan kesehatan gigi. Namun diakui, dinas hingga sekarang belum bisa menyediakan dokter gigi di seluruh Puskemas. “Karena jumlah dokter gigi terbatas,” kata Dewi.

Salah seorang anak peserta gosok gigi masal, Valendo, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. Meski sempat malu-malu, dia mengaku semangat karena teman-temannya cukup banyak. “Sekarang gigi saya bersih,” ucapnya polos, kemudian nyengir menunjukkan giginya. (gun/laz/ong)

Jogja Utama