JOGJA – Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono kemarin (13/3) tiba di Jogja untuk melanjutkan Tour de Java. Sebelum memberikan pengarahan di depan pengurus daerah PD di Hotel Quality, SBY bersama sang istri Ani Yudhoyono menikmati soto favoritnya.

Ya, mantan presiden RI ini secara mendadak mengajak rombongan PD untuk menikmati soto ayam di sebuah warung di Jl Laksda Adisucipto. Ia mengaku kerap datang ke warung soto tak jauh dari Ambarukmo Plaza itu sejak masih menjabat Komandan Korem 072/Pamungkas.

“Ini langganan. Dari saya Danrem, menteri, presiden, sampai sekarang sering ke sini,” ujar SBY. Jenderal purnawirawan itu terlihat santai berada di warung soto sederhana tersebut. Selain bersama Ibu Ani, SBY juga mengajak sejumlah rombongan PD. Seperti Edhie Baskoro (Ibas), Waketum PD Syarief Hasan, Cornel Simbolon, Roy Suryo, Sekjen Hinca Panjaitan, dan Ketua DPP Didik Mukrianto.

Sementara itu di depan pengurus daerah PD, SBY mengakui suara partainya pada Pemilu 2014 lalu mengalami penurunan drastis. Penurunan juga dirasakan terjadi di wilayah DIJ dan Jawa Tengah.

“Kita harus melakukan introspeksi apa yang dilakukan di Jogjakarta dan Jawa Tengah untuk meningkatkan kembali suara partai,” ujar SBY dalam sambutannya.

Dengan tegas SBY menginstruksikan kepada para kadernya untuk turun ke grass root. Kader partai harus mau mendengar aspirasi masyarakat. Sebab, partai memiliki peran penyambung aspirasi rakyat untuk diperjuangkan.

“Siapa saja yang tidak mendengar suara rakyat, dijamin tidak akan sukses. Entah itu anggota dewan, menteri atau bahkan presiden,” jelas SBY.

Terkait Tour De Java, SBY menjelaskan, sikap PD sebagai penyambung aspirasi rakyat. Kegiatan ini sebagai upaya untuk mendengar suara rakyat. “Di setiap kota dan kabupaten kami mendengarkan apa yang disampaikan masyarakat. Termasuk pimpinan partai yang ada di kabupaten dan kota,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPP PD Roy Suryo menjelaskan, PD masih akan melihat perkembangan menjelang Pemilu 2017. Diakui, di Kulonprogo dan Jogja, suara PD tidak cukup besar.

“Masih akan mempertimbangkan apakah akan mengusung atau mendukung calon lain. Dengan suara yang ada, bisa jadi kami akan mendukung calon yang kami nilai sesuai dengan visi partai,” jelasnya. (bhn/laz/ong)

Jogja Utama