JOGJA – Perkembangan Kota Jogja selama lima tahun terakhir ini begitu pesat. Tak hanya soal pembangunan fisik, angka nonfisik seperti APBD juga meningkat drastis. Selama lima tahun, sejak 2011 sampai 2016 ini, angkanya mencapai 100 persen.

Tahun 2011 silam, APBD Kota Jogja hanya Rp 900 miliar. Tahun ini, naik signifikan mencapai Rp 1,8 triliun. “Rata-rata setiap tahun meningkat 20 persen,” tandas Wali Kota Haryadi Suyuti saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Jogja, kemarin (7/3).

HS, sapaan akrabnya, menjelaskan, dengan peningkatan APBD tersebut harus sebanding dengan kesejahteraan masyarakat. Nah, untuk masalah tersebut, HS memastikan, akhir 2016 kebutuhan dasar masyarakat sudah terpenuhi.

“Sudah ada total coverage untuk warga Kota Jogja di bidang kesehatan. Kemudian pendidikan ada jaminan pendidikan daerah (JPD),” terangnya.

Artinya, kebutuhan warga Kota Jogja kini tak hanya sekadar memenuhi kebutuhan dasar. Kebutuhan masyarakat sudah bergeser ke sisi yang lain. “Salah satunya adalah mengenai tuntutan warga terhadap Kota Jogja di Musrenbang ini,” tuturnya.

Angka kemiskinan, jika mengacu data dinas sosial, tenaga kerja, dan transmigrasi lewat Kartu Menuju Sejahtera (KMS) tiap tahun fluktuatif. Jumlah pemegang KMS ditetapkan sebanyak 18.730 KK atau 60.195 jiwa. Tahun 2015, pemegang KMS sebanyak 18.881 KK atau 60.230 jiwa, dan tahun 2014 sebanyak 20.481 KK atau 64.699 jiwa.

Kepala Bidang Perencanaan Bappeda Kota Jogja Wahyu Handoyo mengatakan, harapan warga terhadap Kota Jogja akan selalu meningkat dari waktu ke waktu. “Warga selalu berharap lebih pada kotanya,” terangnya.

Menurut Wahyu, warga tak akan pernah puas dengan apa yang sudah dicapai Kota Jogja. Inilah yang akan dituangkan dalam Musrenbang dalam bentuk Ayodya Citra. “Ini menjadi salah satu dasar dalam penyusunan perencanaan pembangunan di Jogja,” terangnya.

Wahyu menambahkan, pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan pada tahun ini memiliki nilai yang sangat krusial. Sebab, Kota Jogja akan memasuki rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahap tiga yaitu 2017-2021.

“Siapapun yang nantinya akan menjalankan pembangunan di Kota Jogja, maka RPJMD tahap III akan menjadi dasar yang digunakan. Tujuannya, pembangunan yang berkelanjutan,” tandasnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja Edy Muhammad mengungkapkan sejumlah harapan warga dalam Ayodya Citra. Di antaranya smart city, kota yang nyaman huni, kota cerdas, kota pendidikan, kota sehat, kota hijau, dan kota yang istimewa. (eri/ila/ong)

Jogja Utama