ABRAHAM GENTA BUWANA/RADAR JOGJA
ELEGAN: Model berjalan di atas catwalk dengan menggunakan pakaian karya Tari Made dari Sakamade Boutique dalam acara Jogja Fashion Festival (JFF) 2016 di Atrium Ambarrukmo Plaza. Event JFF sendiri akan berlangsung hingga hari ini (5/3).
SLEMAN – Warisan nilai-nilai budaya tampak membaur dalam gaya hidup urban. Potensi kriya negeri pun terlihat makin menawan dengan sentuhan-sentuhan modern, namun tak meninggalkan esensi dari nilai budaya yang dimiliki nusantara. Itulah gambaran yang terpancar dari karya-karya desainer yang diperagakan oleh para model dalam gelaran Jogja Fashion Festival (JFF) 2016.

Public Relations Ambarrukmo Plaza Wahyu Hidayati MHS mengatakan, gelaran ini merupakan signature event yang dirintis mal yang berada di Jalan Laksda Adisutjipto ini sejak 2013 silam. Tujuannya sebagai etalase karya desainer bertaraf nasional yang meramu potensi kriya negeri dalam siluet fesyen bernapas internasional.

“Hadir dengan tema Tenvolution. Merupakan representasi kesempurnaan dan usaha yang telah dicapai selama sepuluh tahun ini. Acara ini salah satu rangkaian ulang tahun Ambarrukmo Plaza yang ke sepuluh,” ungkapnya kemarin.

Dijelaskan, tema tersebut sebagai representasi evolusi gaya hidup dan fashion masyarakat urban dalam rancangan inovatif dan beridentitas yang prestisius dan elegan. Event ini digelar dari 3 hingga 5 Maret di Atrium Ambarrukmo Plaza.

“Menampilkan lebih dari 700 busana karya puluhan perancang dari berbagai kota di Indonesia. Ada dua sesi dalam fashion show ini, yakni siang dan sore hari,” terangnya. (ila/ong)

Jogja Utama