Bursa calon bupati dan wakil bupati Sleman dari PDIP Perjuangan berkurang satu. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) H. Sukamto SH memutuskan langkah drastis. Dia menyatakan secara resmi tidak melanjutkan pencalonan di partai berlambang moncong putih tersebut. “Saya menyatakan mengundurkan diri,” tegas Sukamto tadi malam (17/6).
Sukamto menyatakan pengunduran diri itu sebetulnya telah dilakukan beberapa hari lalu. Tepatnya sejak Sabtu (13/6) lalu. Surat pengunduran diri telah dilayangkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan di Jakarta, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DIJ dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sleman. “Semua sudah kami beritahukan dan ada tanda terimanya,” ujar ketua
Fraksi Partai Kebangkitan Nasional (FKN) DPRD DIJ ini.
Politikus yang pernah menjabat ketua Kadin DIJ ini tak mengungkapkan secara detail alasan dirinya mengambil langkah tersebut. Hanya saja keputusan diambil setelah mendapatkan pertimbangan dari keluarga. “Ada pertimbangan keluarga sehingga saya harus mengundurkan diri,” tuturnya.
Meski mundur dari pencalonan di PDI Perjuangan, Sukamto menegaskan, dirinya merasa tidak ada persoalan dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut. Pria asal Sragen ini justru mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepadanya, sehingga bisa mengikuti semua
tahapan dan proses politik di partai tersebut.
Baginya, semua itu merupakan kebanggaan sekaligus bentuk kepercayaan partai pemenang Pemilu 2014 tersebut kepada dirinya. “Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PDI Perjuangan. Tidak ada kata lain selain mengucapkan banyak-banyak terima kasih yang tiada terhingga,” katanya.
Setelah pengunduran diri tersebut, Sukamto tak menerangkan ke mana langkah politik selanjutnya yang ditempuhnya. Termasuk dengan nasib pencalonannya sebagai bupati maupun wakil bupati Sleman.
Ia tidak bersedia mengungkapkan ke partai atau kekuatan mana suami Suharni ini bakal berlabuh. “Tunggu saja, kita lihat perkembangan ke depan,” kelitnya. (*/kus/laz/ong)

Jogja Utama