ilustrasi

Hari Terakhir Konsultasi Publik di Desa Paliha

KULONPROGO – Hari terakhir pro-ses konsultasi publik di Desa Palihan, Kecamatan Temon, berlangsung lan-car dan dihadiri hampir semua un-dangan. Berdasarkan data, dari 152 lembar undangan yang dibagikan, yang tidak hadir hanya dua orang. “Persentase warga yang menyatakan sepakat atau mendukung pembangu-nan bandara sebanyak 96 persen dan yang tidak sepakat hanya 4 persen.
Sementara persentase tingkat keha-diran warga Palihan selama lima hari pelaksanaan konsultasi publik mencapai 87 persen, dan yang me-nyatakan sepakat 89,1 Persen,” terang Ariyadi Subagyo, Tim Community Development Pembangunan Ban-dara Baru, kemarin (17/12). Aryadi menjelaskan, selama proses konsultasi publik di Desa Jangkaran, Kebonrejo, Sindutan dan Palihan, total tingkat kehadiran mencapai 93,12 persen. Ada pun warga yang menya-takan sepakat atau mendukung pembangunan bandara sebanyak 89,5 persen, dan yang tidak sepakat sebe-sar 10,5 persen. “Proses konsultasi publik tinggal di Desa Glagah, semoga juga berjalan lancar tanpa ada kendala di lapangan,” jelasnya.
Peserta konsultasi publik, Yuyun, warga Palihan berharap, warga yang tinggal di dekat lokasi calon proyek bandara dapat diikutkan dalam proses konsultasi publik. “Saya berharap tidak hanya warga yang lahannya terkena proyek bandara saja yang dilibatkan, tetapi penduduk yang tinggal di dekat calon bandara juga mendapat kesem-patan sama mengikuti konsultasi pu-blik,” harapnya.
Atas permintaan itu, Ariyadi me-negaskan, pihaknya memang telah menjadwalkan bagi penduduk yang tinggal di perbatasan langsung dengan bandara. Konsultasi publik bagi me-reka akan diberikan pada sesi kon-sultasi publik berikutnya di Desa Glagah. “Kami akan ikutkan pada proses konsultasi publik berikutnya,” tegasnya.
Suyatno, warga Palihan menyam-paikan harapan lain. Ia meminta BPN bisa memberikan perhatian khusus terhadap warga yang terlanjur mela-kukan jual beli tanah di bawah tangan. Sehingga nantinya tidak ada perma-salahan saat proses pembayaran ganti rugi, saat bandara jadi dibangun di Temon. “Saya meminta tidak ada permasa-lahan dalam proses pembayaran ganti rugi nanti, tentunya jika ban-dara jadi dibangun di sini,” tambahnya. (tom/laz/ong)

Jogja Utama