SETIAKY/RADAR JOGJA
WASPADA: Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI MS Fadhilah dalam sosialisasi di Gedung Pamungkas, Jogja, kemarin (10/12).
JOGJA – Ancaman terhadap gerakan komunis gaya baru (KGB) perlu diantisipasi. Bisa dikatakan pola ini mungkin su-dah banyak bergeser dari cara lama seperti tindak kekerasan. Saat ini, upaya itu lebih pada strategi adu domba dan upaya menghilangkan peran aparat dalam lingkungan sosial. Danrem 072/Pamungkas Bri-gjen TNI MS Fadhilah menga-takan, sebagai satu bangsa khu-susnya sebagai prajurit TNI AD, pihaknya memahami bahwa saat ini upaya paham komunis mer-upakan bahaya laten
Di mana sekali waktu mungkin paham ini bisa tumbuh kembali dan terus berupaya mengganggu kehidupan bernegara. “Ancaman ini di kehidupan mendatang bisa saja muncul dengan gaya baru. Kita upaya ke internal, sosialisasi tidak boleh berhenti,” kata Danrem dalam sosialisasi Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Paham Radikal di Gedung Pamungkas, Jogja, ke-marin (10/12).
Danrem menambahkan, upaya untuk muncul kembali dalam menyebarkan paham komunis ini bisa saja dengan berbagai cara. Ia mengingatkan, jangan dibayangkan me-reka masih menggunakan cara-cara lama. Istilahnya saat ini KGB, di mana mereka juga terlibat dalam kegiatan sosial, mem-bantu sesama, namun pada ideologinya mereka menganut paham komunis. “Ini yang disebut gaya baru. Mereka ter-libat dalam kegiatan kemanusiaan. Tapi di balik itu mereka memiliki paham yang ber beda,” tandas jenderal bintang satu yang pernah menjadi ajudan Budiono saat men-jadi Wapres itu.
Situasi ini, membuat TNI AD terus berupaya memberikan sosialisasi baik internal mau-pun ke lingkungan sosial melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa). Selain itu bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa yang tidak boleh dirubah-rubah. Seluruh suku bangsa di Indonesia harus tetap dipersatu-kan oleh ideologi tersebut. Memang sejauh ini belum bisa dirasakan secara kasat mata perihal gerakan tersebut. Namun demikian, TNI AD terus melaku-kan upaya pencegahan. Termasuk peme-taan di wilayah Korem Pamungkas mela-lui bidang teritorial.
Diharapkan upaya ini bisa mengantisipasi paham tersebut yang saat ini disinyalir menggunakan cara-cara baru. “Pemetaan teritorial sudah dilakukan se-jak dulu. Salah satu tujuannya untuk menganti-sipasi hal itu,” ujar Danrem. Sosialisasi ini dihadiri seluruh jajaran Korem 072/Pamun-gkas, PNS, dan Persit. Sosialisasi juga diisi ceramah oleh Ustad M Jazir ASP. Materi yang disampaikan lebih pada edukasi pe-mahaman bahaya komunis serta penanaman kehidupan beragama sesuai ideologi Pan-casila. (fid/laz/ong)

Jogja Utama