SETIAKY A KUSUMA/RADAR JOGJA GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SIAGA: Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI MS Fadlilah mengecek kesiapan personel TNI dan Polri terkait pengamanan kedatangan Presiden Joko Widodo di Mandala Krida, Jogja, Senin (8/12). Foto kanan, panser disiagakan di Gedung Agung.

Aparat Antisipasi di Luar Rundown

JOGJA – Ribuan personel gabungan TNI, Polri, dan jajaran instansi sipil di DIJ memastikan kesiapannya dalam rencana kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Jogja, hari ini (9/12). Dalam kunjungan kali pertama ke Jogja seba-gai presiden ini, Jokowi setidaknya menghadiri tiga agenda kerja. Pertama, Jokowi akan mengha-diri Hari Hak Asasi Manusia (HAM) di gedung eks Senisono Kompleks Istana Kepresidenan Gedung Agung pukul 10.00. Kemudian pukul 11.00 presiden ke Grha Sabha Pramana UGM untuk menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia
Dedi menjelaskan peringatan kali ini akan digelar di beberapa lokasi. Di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM diadakan integrity fair 9-11 Desember 2014. “Selain itu juga akan digelar sarasehan budaya sekaligus refleksi,” terang Dedi. Selama sehari ini (9/12), ber-bagai kegiatan diadakan mulai dari Pawai Gropyokan Korupsi mulai pukul 15.00 WIB dari Wisma LPP ke Stadion Krido-sono.
Setelah itu, di Pusat Ke-budayaan Koesnadi Hardjo-sumantri (PKKH) UGM digelar refleksi akhir tahun bersama Teater Gandrik. Malam harinya di Stadion Kridosono dihelat konser musik antikorupsi yang menghadirkan grup band se-perti Gigi, Superman is Deas, Jogja Hip Hop Foundation, Shaggy Dog, Navicula dan Symp-honi.
“Di tengah-tengah konser juga akan ada proklamasi rakyat anti-korupsi,” ujar Steering commit-tee (SC) Gropyokan Korupsi Yan Parhas. Dirinya juga berharap, konser bisa dihadiri 10 ribu anggota masyarakat. Mereka diminta bisa mengenakan topeng tikus yang dapat diunduh diwww.jujurbarengan.comatau dapat diambil sebelum acara dimulai. SC Gropyokan korupsi lainnya, Agung ‘Leak’ Kurniawan, me-nambahkan, pemilihan topeng tikus karena merupakan lambang perlawanan terhadap korupsi.
Menurutnya, dengan mengam-bil tema Korupsi adalah Kita, pihaknya berharap pencegahan korupsi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. “Sikap permisif atau anggapan diam itu emas, sering membuat kita mendiamkan praktik ko-rupsi. Oleh karena itu, harus diubah dari tingkat keluarga,” terang Agung.
Sementara itu, kampanye Gro-pyokan Korupsi juga akan terus dilakukan para seniman Jogja. Salah satunya di Titik Nol Kilo-meter. Di ruang publik ini, ada patung tikus besar yang mengena-kan jubah uang seratus ribuan.
Gambar ini, menurut pegiat Gropyokan Korupsi Arief Budiman, sebagai kampanye kepada seluruh masyarakat luas. Agar mulai menghindari korupsi di kehidupan sehari-hari. “Mulai dari hal terkecil, karena korup-si adalah kita,” tandas penggagas acara jujur barengan ini kemarin (8/12).
Arief menjelaskan, gropyokan korupsi merupakan gerakan masyarakat untuk melawan ko-rupsi. Juga mengajak seluruh tumpah darah Indonesia sadar untuk tidak korupsi. “Seperti korupsi waktu, mencontek saat ujian, bekerja tidak sesuai jam kerja, dan korupsi remeh-temeh yang lain,” jelas Arief menging-atkan.
Sebagai gerakan masyarakat, lanjut pemilik Petak Umpet ini, perlu untuk kampanye masif. Tak hanya di dunia maya dengan hastag korupsi adalah kita. Tapi juga dengan media yang lain seperti pemasangan karya seni tikus besar di Titik Nol Kilometer.Herry Zudianto, salah seorang penggagas yang mengaku seba-gai “nuwani” di kegiatan kam-panye antikorupsi menerangkan, perlawanan korupsi harus masif digelorakan. Kejujuran dalam kehidupan sehari-hari harus menjadi pondasi hidup warga Indonesia. “Semuanya harus diawali dengan kejujuran,” ajaknya.
Peraih Anticorruption Bung Hatta Award tahun 2010 ini me-nambahkan, sasaran gerakan ini memang anak muda. Ini tak lepas karena anak muda men-jadi manusia paling efektif dalam menggelorakan semangat untuk melawan korupsi.”Sasarannya sebenarnya semua insan. Hanya anak muda men-jadi prioritas untuk bersama-sama melawan korupsi,” tandas HZ, sapaan akrabnya. (pra/eri/ong)

Jogja Utama