INDONESIA memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah. Untuk mempertahankan ke-kayaan alam tersebut, perlu disiapkan generasi muda yang cakap, sehingga sumber daya alam itu bisa diolah untuk kesejahteraan rakyat
Danrem 072/Pamungkas Bri-gjen TNI MS Fadhilah menegas-kan, para generasi muda harus mempersiapkan diri sejak seka-rang. “Generasi muda jangan mudah diadu domba pihak asing yang bisa melemahkan ketahanan sumber daya manu-sia kita,” tegas Danrem.
Menurut Danrem, indikasi melemahkan generasi muda saat ini, tampak dari sifat dan karak-teristik perang. Jika dulu perang lebih dikenal dengan cara kon-vensional, kini kepentingan kelompok terpaksa merubah cara untuk melumpuhkan musuh-nya. “Munculnya kepentingan kelompok ini, kemudian men-ciptakan perang jenis baru,” tandas Danrem.
Perang jenis baru tersebut, sering disebut dengan perang proxy atau proxy war. Perang ini lebih dikenal sebagai upaya kon-frontasi dua kekuatan yang me-manfaatkan faktor pengganti. Ini bertujuan untuk menghin-dari konfrontasi langsung. Alasannya, agar meminimalisir risiko konflik langsung yang bisa berakibat fatal.
“Pemain pengganti ini biasanya negara kecil. Bisa juga nonstate actors berupa LSM, ormas, kelom-pok masyarakat atau bisa saja perorangan,” ujarnya.
Jenderal bintang satu ini me-nyebut bahwa dengan cara proxy war ini, sulit mendeteksi siapa kawan siapa lawan. Sebab, musuh mengendalikan pada peran peng-ganti dengan konteks yang tidak langsung.
Menurut Danrem, proxy war saat ini tampak jelas mengancam kehidupan bernegara. Itu bisa dilihat dari berbagai macam aksi separatis. “Situasi ini selain mengganggu stabilitas keamanan, juga melemahkan ketahanan generasi muda,” tandas Danrem.
Sebagai salah satu upaya menyikapi proxy war, perlu dilaks-anakan kegiatan bela negara dan wawasan kebangsaan dengan sasaran mahasiswa, baik PTS maupun PTN di DIJ.
“Sebagai aset bangsa, maha-siswa yang tengah menempuh pendidikan di DIJ selain melaks-anakan kewajiban belajar, juga dituntut untuk meningkatkan kualitas wawasan kebangsaan dan bela negara,” tuturnya.
Lebih jauh dikatakan, bela-kangan ini proxy war menjadi tugas TNI untuk terus mem-bekali generasi muda, termasuk mahasiswa untuk menjadi in-san yang memiliki akar kepri-badian yang baik. Salah satunya dengan meningkatkan nasio-nalisme melalui kegiatan wa-wasan kebangsaan dan bela negara.
“Kita tengah diserang, sosial, budaya, politik, dan macam-macam. Nah, ini yang harus kita tangani. Bagaimana gene-rasi muda, jangan mudah ter-pengaruh serangan itu. Caranya dengan pembekalan wawasan kebangsaan dan bela negara,” tandasnya.
Danrem berharap melalui ke-giatan semacam itu, mahasiswa bisa terus memperkuat jati diri dan memiliki akar ideologi ke-bangsaan yang kuat. Ia berpesan agar mahasiswa jangan mudah terbawa arus yang bisa mengikis jiwa nasionalisme. (fid/jko/ong)

Boks