SETIAKY A. KUSUMA/RADAR JOGJA
LELANG MOBIL DINAS: Salah satu peserta lelang saat melihat-lihat mobil yang dilelang Pemkot Jogja, kemarin (22/10).
JOGJA – Lelang kendaraan dinas Pemerin-tah Kota (Pemkot) Jogja mendapat antusias dari masyarakat. Dari semua kendaraan yang dilelang sebanyak 100 unit, hanya empat unit kendaraan roda dua yang tidak laku. Sementara satu unit bus eks kejaksa-an, sangat fenomenal. Awalnya hanya diprediksi terjual Rp 36.005.000, ternyata laku hingga Rp 105 juta.
“Yang tidak laku, kendaraan nomor 20, 21, 28 dan 30. Lainnya laku semua,” kata Ketua Panitia Lelang Dyah Windyanarti usai lelang kemarin (22/10). Dari daftar kendaraan yang dilelang, untuk nomor 20 yaitu Suzuki Tornado, BPKB tidak ada, nomor 21 Yamaha Force I, BPKB tidak ada, nomor 28 Suzuki RC 100, STNK tidak ada, no 30 Suzuki A 100 komplet.
“Keempat kendaraan tersebut sejak awal tidak ada yang menawar,” tandasnya. Berkenaan dengan itu, Dinas Bangunan, Ge-dung dan Aset (DBGAD) Kota Jogja akan melakukan konsultasi ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). “Kemungkinan kendaraan yang tidak laku ini akan diikutkan kembali pada proses lelang tahun depan,” lanjutnya.
Selain keempat kendaraan tersebut, ken-daraan yang dilelang lainnya menjadi incaran. Bahkan untuk penjualannya bisa melebihi target. Dirinya menyebutkan untuk kendaraan roda empat nilai yang terjual bisa hingga tiga kali lipat dari limit minimal yang ditetapkan. Sementara untuk kendaraan roda dua, nilai yang terjual tidak sampai dua kali lipatnya.
Diakui Dyah, minat terbesar kali ini untuk kendaraan roda empat dan enam. Terbukti dari 311 peserta lelang, 80 di an-taranya mengikuti lelang kendaraan roda empat dan enam. Untuk kendaraan yang terjual tertinggi, adalah bus Mitshubishi. Bus yang bekas kendaraan tahanan ke-jaksaan itu pada awalnya ditawarkan harga limit Rp 36.005.000, tapi ternyata laku hingga Rp 105 juta. “Banyak yang berminat untuk bus ini,” ujarnya.
Sementara untuk pelunasannya, jelas Dyah, pemenang lelang wajib melunasi harga lelang dan bea lelang sebesar dua persen dari harga lelang selambat-lambatnya lima hari kerja. Setelah pelunasan melalui kantor KPKNL, kendaraan baru bisa diambil. “Setelah ada pelunasan baru pengambilan barang,” terangnya. (pra/jko/ong)

Jogja Utama