Besok Polda SerahkanTersangka ke Kejati DIJ

SLEMAN – Setelah sempat surut dari pemberitaan, kasus Florence Sihombing kembali mengemuka. Polda DIJ menyatakan berkas perkara mahasiswi pascasarjana Fakultas Hukum UGM yang kicauannya di jejaring sosial Path dianggap menghina masyarakat Jogjakarta itu, telah lengkap (P21) kemarin (20/10).
Selanjutnya, Polda melimpahkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP) tersebut ke Kejaksaan Tinggi DIJ. ‘Setelah BAP diterima jaksa, penyidik segera menyerahkan tersangka dan barang bukti pendukung,” jelas Kabid Humas Polda DIJ AKBP Anny Pudjiastuti kemarin.
Barang bukti yang dimaksud adalah print out status Flo dalam akun Path dan telepon seluler milik perempuan 26 tahun itu. Anny mengatakan, penyidik secara intensif berkoordinasi dengan jaksa terkait penuntasan kasus tersebut.
Flo dijerat pasal 27 dan 28 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) No 11 Tahun 2008. “Akibat kicauannya di Path, Florence diduga telah menyebabkan timbulnya kebencian dan permusuhan kelompok masyarakat,” papar Anny.
Flo terjerat perkara hukum berawal dari kekesalannya saat membeli bensin di SPBU Lempuyangan, 28 September lalu. Dia bermaksud membeli Pertamax, namun tak mau mengantre dari belakang, hingga mendapat teguran dari konsumen lain.
Itu menimbulkan kekecewaan yang lantas ditumpahkannya di akun Path. Di akun pribadinya, Flo menulis status yang isinya mengumpat dan menyebut masyarakat Jogjakarta dengan kata-kata yang dianggap kurang sopan. Status itu pun menyebar ke banyak media sosial lain, sehingga menjadi konsumsi publik.
Akibat tindakannya itu, sejumlah elemen masyarakat melaporkan Florence ke Polda DIJ. Hingga pada Sabtu (30/8), Flo ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan Flo sempat ditahan, meski akhirnya ditangguhkan hingga kemarin.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIJ Kombes Pol Kokot Indarto menyatakan, penahanan Florence karena tersangka dinilai tak kooperatif dan tidak memiliki itikad baik selama pemeriksaan. Florence juga menolak tanda tangan BAP.
Sementara itu Kejati DIJ menyatakan berkas Florence sudah lengkap atau P21. “Insya Allah Rabu besok (22/10) akan dilanjutkan tahap dua, yakni penyerahan tersangka berikut barang bukti dari penyidik Polda kepada jaksa,” kata Kasi Penkum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji SH kemarin.
Setelah tahap kedua, jaksa akan menyusun rencana dakwaan (rendak). Penyusunan rendak diperkirakan selama satu minggu. Selanjutnya, jaksa akan mendaftarkan perkara Florence yang dijerat dengan UU ITE itu ke pengadilan. “Perkara ini ditangani pidana umum, bukan pidana khusus,” jelas Purwanta. (yog/mar/laz/ong)

Jogja Utama