BERPREDKAT sebagai Diajeng Jogja 2014, dan sebagai wakil Putri Batik Nusantara 2014 dari Jogjakarta, membuat penampilan Annisa Hertami Kusumastuti selalu sesuai dengan karakter yang disandangnya, dan selalu tampil cantik.Kecintaannya yang mendalam terhadap batik, membuat wanita yang akrab disapa Annisa ini, total dalam dunia ini. Berkat kecintaannya terhadap batik, Annisa pantas ditunjuk mewakili Jogjakarta dalam ajang Putra Putri Batik Nusantara 2014. Kemarin (6/9), dirinya memasuki babak final di Auditorium Kemenparejraf di Jakarta.Dihubungi melalui sambungan telepon, Annisa mengaku antusias. Baginya, batik adalah pusaka kekayaan Indonesia, karena batik merupakan kekayaan peninggalan nenek moyang. “Batik merupakan kekayaan nusantara kita. Merupakan warisan dari kerajaan Mataram, khususnya Solo dan Jogjakarta. Karenanya, sebagai orang Jogjakarta, tentu sudah sepantasnya saya pribadi dan warga Jogjakarta harus bangga dan lebih nguri-uri warisan ini,” kata wanita kelahiran Magelang 7 Oktober 1988 ini.
Kini batik telah menjadi kekayaan budaya dunia. Dengan kenyataan tersebut, kata Annisa, sudah sepantasnya tugas kita untuk melestarikannya. “Indonesia sebagai pemilik asli, tentu memiliki kewajiban untuk melestarikan,” tandasnya.Bagi Annisa, batik ibarat proses kehidupan. Tiap motif batik, memiliki makna dan filosofi yang kuat. Selain itu, untuk menghasilkan sehelai batik, juga diperlukan proses yang panjang. Mulai dari kain polos, hingga menjadi ragam motif batik. “Ibaratnya, seperti proses kehidupan, dimana ada tahapan yang harus dilalui. Setiap proses dan tahapan ini juga memiliki makna dan filosofi. Belum lagi untuk motif-motifnya, khususnya pada pola klasik,” kata Diajeng Jogja 2014 ini.
Secara spesifik, Annisa mengaku menggemari motif batik Truntun. Baginya motif ini memiliki corak yang sederhana, tapi indah. Motif yang diciptakan oleh Permaisuri Sunan Paku Buwana III Kanjeng Ratu Kencana tersebut, kata Annisa, bermakna cinta yang tumbuh kembali.”Motif ini sebagai simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur, berkembang atau tumaruntum,” paparnya.Annisa merupakan salah satu dari 28 grand finalis dari beberapa provinsi di Indonesia. Selain Annisa, Jogjakarta juga mengirimkan perwakilan lainnya Elsana Bekti Nugroho. Seleksi ini melengkapi rekam jejak Annisa ketika belum lama ini terpilih sebagai Diajeng Jogja 2014.Kesempatan ini menurutnya sangat bagus untuk mengenalkan Jogjakarta di nusantara dan dunia. Sebagai Diajeng Jogja 2014, dirinya juga menjabarkan batik adalah salah satu kearifan lokal yang perlu dikawal. (dwi/jko)

Jogja Utama